Stockholm, 2 Mar. (CNA) Penyelenggara Taiwan International Democratic Film Festival (TIDFF) pada Jumat (28/2), Hari Peringatan 228, memutar film tentang era Teror Putih Taiwan di Lund University, Swedia.
TIDFF memutar "Detention" (返校), sebuah film horor fantasi 2019 yang berlatar belakang 1960-an.
Didasari gim Taiwan 2017 dengan nama yang sama, film ini menggunakan elemen horor dan fantasi untuk menunjukkan era Teror Putih Taiwan, di mana orang-orang yang dianggap sebagai penentang politik atau ancaman bagi rezim otoriter Kuomintang direpresi dengan kekerasan.
Dalam film yang berlatar belakang periode Teror Putih itu, seorang gadis SMA bangun sendirian di kelasnya setelah sekolah.
Saat mencari gurunya, ia dihadapkan roh-roh jahat dan menemukan bahwa ia terjebak di sekolah dengan seorang siswa lain sebelum dipaksa untuk berhadapan langsung dengan iblis-iblis sendirian yang terkait dengan era tempat ia tinggal.
Sebagai periode Teror Putih Taiwan, yang dimulai dengan pemberlakuan darurat militer pada 1949, telah dilihat beberapa orang sebagai dampak politik negatif dari Insiden 28 Februari Taiwan tahun 1947, TIDFF memamerkan film tersebut pada Hari Peringatan 228 di kampus.
Berbicara dengan CNA, peserta acara, Linn Alexandersson mengatakan ia merasa film tersebut sangat menarik.
Alexandersson mengatakan ia hanya mengetahui sejarah kolonial Tiongkok dan Jepang sebelum film tersebut dan tidak mengetahui konflik sipil internal yang ada di Taiwan.
Dengan "Detention" memberikan gambaran visual tentang sisi gelap sejarah Taiwan, peserta acara seperti Alexandersson mengatakan itu membuat mereka ingin belajar lebih banyak tentang sejarah pulau tersebut.
Li Yu-tung (李禹彤), mahasiswa Taiwan di Lund University yang membantu menyelenggarakan pemutaran film dengan Pusat Bahasa dan Sastra universitas, misi Taiwan di Swedia, dan Taiwan Association in Sweden, mengatakan ia mulai menghargai demokrasi Taiwan setelah tinggal di luar negeri.
Setelah menonton film horor fantasi tersebut, TIDFF mengadakan diskusi pascapemutaran dengan dosen senior Pusat Studi Asia Timur dan Asia Tenggara universitas, Jinyan Zeng (曾金燕), dan Lin Fang-ru (林芳如) dari Cosmopolitan Culture Action Taichung.
Selain pemutaran film TIDFF di Swedia, "Detention" juga diputar pada Jumat di Paris dalam pengamatan Insiden 228.
Formosa Association in France memutar film tersebut di Forum des Images dan mengorganisir forum pascapenayangan.
Berbicara di acara tersebut, perwakilan Taiwan untuk Prancis Hao Pei-chih (郝培芝) juga berbicara tentang Insiden 228, menyatakan bahwa film tersebut tidak hanya mencerminkan efek gelombang dari pembantaian, tetapi juga mencerminkan perjuangan bangsa untuk mencapai kebebasan.
Selesai/