Pemain WNBA Kaitlyn Chen dorong pemuda Taiwan tetap kreatif

12/03/2026 17:04(Diperbaharui 12/03/2026 17:04)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pemain WNBA keturunan Taiwan-Amerika, Kaitlyn Chen (kanan), bermain melawan pemain lokal dalam kamp pelatihan basket perdananya di Taipei pada Selasa. (Sumber Foto : CNA 10 Maret 2026)
Pemain WNBA keturunan Taiwan-Amerika, Kaitlyn Chen (kanan), bermain melawan pemain lokal dalam kamp pelatihan basket perdananya di Taipei pada Selasa. (Sumber Foto : CNA 10 Maret 2026)

Taipei, 12 Mar. (CNA) Kaitlyn Chen (陳紫柔), pemain Taiwan-Amerika pertama yang direkrut ke Women's National Basketball Association (WNBA), mengadakan kamp basket perdananya di Taipei hari Selasa (10/3), dan mendorong para pemain muda lokal untuk kreatif di lapangan.

"Teruslah bekerja keras, fokus pada hal-hal kecil, dan ingat bahwa basket itu menyenangkan -- kamu harus kreatif dalam bermain," kata Chen saat diminta nasihat untuk atlet putri muda.

"Ada begitu banyak hal yang bisa kamu lakukan dalam permainan itu sendiri. Jangan membatasi dirimu hanya pada satu hal; selalu cari cara untuk mengembangkan permainanmu," tambah Chen, yang menyelesaikan musim debutnya bersama tim ekspansi WNBA, Golden State Valkyries, pada 2025.

Pemain guard berusia 24 tahun itu, yang dipilih Valkyries pada putaran ketiga draf 2025, membimbing sekitar 60 pemain muda selama kunjungan pertamanya ke Taiwan dalam hampir satu dekade.

Kaitlyn Chen (tengah belakang) berpose untuk foto bersama para peserta dan asisten pengajar dalam kamp basketnya di Taipei pada Selasa. (Sumber Foto : CNA 10 Maret 2026)
Kaitlyn Chen (tengah belakang) berpose untuk foto bersama para peserta dan asisten pengajar dalam kamp basketnya di Taipei pada Selasa. (Sumber Foto : CNA 10 Maret 2026)

Lahir dari orang tua Taiwan dan dibesarkan di California, Chen pertama kali dikenal saat bermain di Princeton University. Ia memimpin Tigers meraih tiga gelar Ivy League berturut-turut dan tiga kali dinobatkan sebagai pemain paling menonjol (MOP) turnamen. Pada 2023, ia dianugerahi gelar Pemain Terbaik.

Setelah pindah ke University of Connecticut dengan sorotan tinggi, Chen mengakhiri karier kuliahnya dengan 1.553 poin dan 494 assist. Ia menutup musim terakhirnya dengan membantu Huskies menjuarai NCAA Women's Basketball Tournament, mencatat sejarah sebagai pemain keturunan Taiwan pertama yang meraih gelar NCAA Divisi I.

Beralih ke level profesional pada 2025, Chen tampil dalam 24 pertandingan musim reguler untuk Valkyries. Pada musim debutnya, ia rata-rata bermain 10,3 menit per pertandingan, menyumbang 2,0 poin, 1,0 assist, dan 0,9 rebound per laga.

Ketika ditanya tentang kemungkinan mewakili Taiwan dalam kompetisi internasional, Chen tidak menutup peluang tersebut, tetapi menekankan komitmennya saat ini untuk pengembangan profesional.

"Jika kesempatan itu datang di masa depan, itu adalah sesuatu yang pasti akan saya pertimbangkan," kata Chen. "Namun, untuk saat ini, saya fokus untuk menjadi lebih baik dan mencapai level berikutnya yang ingin saya raih dalam basket."

(Oleh Chao Yen-hsiang dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.