Taipei, 13 Mar. (CNA) Pemerintah Taiwan telah memberikan donasi sebesar US$100.000 (Rp1,689 miliar) kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu upaya penanganan bencana di Sumatra, kata Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO).
Donasi ini diserahkan Kepala TETO Bruce Hung (洪振榮) kepada Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di kantor pusat PMI pada Rabu (11/3), kata kantor perwakilan Taiwan di Indonesia tersebut melalui siaran pers hari Kamis.
Hung mengatakan ia berharap donasi ini dapat membantu memberikan tempat tinggal sementara, kebutuhan sehari-hari, dan alat bantu bagi keluarga yang membutuhkan, serta memberikan dukungan kepada korban bencana di saat-saat sulit.
Ia mencatat bahwa kedua negara menjalin hubungan baik, dan saat ini lebih dari 400.000 orang Indonesia yang tinggal, bekerja, dan belajar di Taiwan.
Taiwan siap bekerja sama dengan PMI untuk membantu usaha membangun kembali pasca bencana, berdoa untuk kedamaian dan kesejahteraan Indonesia, dan berharap bahwa dengan berbagai bantuan, para korban dapat berhasil membangun kembali hidup mereka dan pulih ke kehidupan normal, kata Hung.
Sementara itu, Jusuf Kalla, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Taiwan melalui TETO, menurut siaran pers.
Bantuan ini, ujarnya, akan membantu PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan kepada para penyintas, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan mereka.
Kerja sama kemanusiaan seperti ini sangat penting untuk memperkuat solidaritas internasional, tambah sang wakil presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia (RI).
TETO menyebut PMI sebagai sebuah organisasi kemanusiaan nasional yang netral, mandiri, dan terbesar di Indonesia, serta selalu berada di garis depan upaya penanggulangan bencana dan diakui secara luas.
"Sebagai bagian dari komunitas internasional yang bertanggung jawab," kata TETO, Taiwan akan terus mengingat prinsip "merasakan kesulitan orang lain seolah-olah itu juga kesulitan kita" untuk memberi bantuan kepada mereka yang terkena bencana dan menjalankan tanggung jawab kemanusiaan di tingkat global.
Ini, kata TETO, menunjukkan bahwa Taiwan memiliki semangat "Taiwan bisa membantu, dan Taiwan sedang membantu."
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI pada Kamis, bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir tahun lalu telah menyebabkan 1.207 orang meninggal dan 138 lainnya masih hilang, sementara merusak 301.012 rumah, 215 fasilitas kesehatan, dan 4.922 fasilitas pendidikan.
TETO pada akhir November mengatakan kepada CNA bahwa bencana turut menyebabkan gudang perusahaan, jalan penghubung kawasan industri, serta jalur logistik pelabuhan pengusaha Taiwan terendam sehingga pengiriman barang tidak dapat dilakukan secara normal.
Meskipun kedua pihak tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, ini bukan kali pertamanya Taiwan mengirimkan bantuan bencana ke Indonesia, khususnya untuk Sumatra, di mana Taiwan pernah mengulurkan tangan dalam pemulihan gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.
Baca juga: Hubungan Indonesia-Taiwan benahi bencana tsunami Aceh
Sesaat setelah gempa, Perdana Menteri You Si-kun (游錫堃) mengimbau masyarakat Taiwan untuk menunjukkan semangat solidaritas. Sehari setelahnya, Kepala TETO David Lin (林永樂) kepada CNA mengatakan ia mengirim deputi dan stafnya ke Medan untuk membangun jalur komunikasi dan memberikan bantuan.
Setelahnya, serentetan bantuan dari pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat Taiwan mengalir, termasuk sejumlah personel yang terjun ke Sumatra. Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan terima kasih atas dukungan material dan medis yang diberikan Taiwan, dan sempat bertemu perwakilan TETO di lapangan.
Selesai/ja