Taipei, 12 Okt. (CNA) Dua eksekutif pemasok drone Jiin Ming Industry Co. telah ditahan dan tidak diperbolehkan berkomunikasi terkait dugaan penggunaan chip dan lensa kamera buatan Tiongkok yang dilarang dalam drone yang dipasok berdasarkan kontrak militer terbaru, kata Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan pada hari Senin (12/10).
Dalam sebuah pernyataan, jaksa mengatakan mereka menggerebek kantor Jiin Ming -- yang berkantor pusat di Taoyuan -- serta kantor anak perusahaan dan pemasoknya pada 8 Oktober. Penggerebekan dilakukan setelah adanya laporan bahwa perusahaan tersebut telah melanggar kontrak pengadaan dengan memasukkan komponen terlarang ke dalam drone yang dikirimkan ke militer.
Selama penggerebekan, jaksa memanggil Wakil Ketua dan Presiden Jiin Ming, Chien Hao-ting (簡豪廷), manajer bisnis Chen Yang-cheng (陳揚澄), tujuh orang lain yang terkait dengan kasus ini, dan seorang saksi untuk dimintai keterangan. Mereka juga menyita barang-barang sebagai barang bukti.
Setelah pemeriksaan, jaksa mengatakan mereka menduga Chien dan Chen telah melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional dengan sengaja memasok produk buatan Tiongkok dalam kontrak pengadaan militer. Keduanya juga diduga telah mengajukan catatan bisnis palsu dan melakukan penipuan berat yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, kata jaksa.
Jaksa mengatakan mereka menganggap kedua orang tersebut berisiko melakukan pelanggaran lebih lanjut atau mengganggu penyelidikan, sehingga meminta penahanan mereka.
Menurut jaksa, Pengadilan Distrik Taoyuan mengutip implikasi keamanan nasional dari kasus ini dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pengadilan juga mengatakan bahwa Chien, yang memberikan pernyataan tidak konsisten, mungkin akan bersekongkol dengan orang lain dalam memberikan kesaksian atau melarikan diri.
Dalam kasus Chen, pengadilan mengatakan bahwa meskipun ia membantah tuduhan selama pemeriksaan, ia tetap sangat dicurigai terlibat dalam dugaan kejahatan tersebut, kata jaksa.
Pengadilan juga mengatakan jumlah transaksi dan volume penjualan antara Chen dan militer, sebagaimana dirinci dalam permohonan penahanan, menunjukkan adanya risiko pelanggaran berulang, kata jaksa.
Pengadilan memerintahkan kedua pria tersebut ditahan selama dua bulan sejak 9 Oktober dan melarang mereka menerima kunjungan atau berkomunikasi dengan orang lain. Putusan ini dapat diajukan banding dalam waktu 10 hari setelah menerima dokumen pengadilan.
Tersangka lainnya dibebaskan tanpa jaminan, kata jaksa.
Dalam pernyataan terpisah, Jiin Ming, yang terdaftar di pasar over-the-counter (OTC) yang dijalankan oleh Taipei Exchange, mengonfirmasi penahanan Chien dan mengatakan Ketua Tsai Hsiang-feng (蔡翔峰) telah mengambil alih tugasnya.
Perusahaan mengatakan operasionalnya tetap berjalan normal meskipun ada kasus ini dan akan bekerja sama dengan penyelidikan.
Selesai/ml