Imigrasi Taiwan sosialisasikan aturan izin tinggal dan anti penipuan bagi mahasiswa asing

22/09/2026 17:02(Diperbaharui 22/09/2026 17:02)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : NIA)
(Sumber Foto : NIA)

Taipei, 22 Sep. (CNA) Kantor Layanan Taipei Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) Taiwan baru-baru ini bekerja sama dengan National Taiwan University (NTU) untuk memberikan sosialisasi mengenai aturan izin tinggal dan pencegahan penipuan kepada mahasiswa baru dari luar negeri guna membantu mereka menempuh pendidikan dengan aman di Taiwan.

NIA dalam siaran persnya mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari orientasi mahasiswa baru NTU dari luar negeri menjelang dimulainya semester baru.

Dalam kegiatan tersebut, petugas imigrasi Hsiao Tsung-chin (蕭宗欽) menjelaskan bahwa pengajuan izin tinggal bagi mahasiswa di Taiwan kini telah sepenuhnya tersedia secara daring.

Ia mengingatkan mahasiswa untuk memperhatikan masa berlaku kartu izin tinggal dan mengajukan perpanjangan secara mandiri melalui sistem pengajuan daring khusus mahasiswa milik NIA sebelum masa berlaku berakhir agar tidak memengaruhi hak dan kepentingan mereka.

Petugas imigrasi Li Szu-ying (李思瑩) juga mengingatkan mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus penipuan yang terus bermunculan serta menjaga dokumen identitas pribadi dengan baik.

Ia mengimbau mahasiswa agar tidak mudah mempercayai pihak lain dan tidak menyerahkan dokumen identitas kepada orang lain untuk mencegah menjadi korban penipuan maupun secara tidak sengaja melanggar hukum.

Li Ai-ling (kanan) mahasiswa baru NTU asal Indonesia menghadiri sosialisasi NIA. (Sumber Foto : NIA)
Li Ai-ling (kanan) mahasiswa baru NTU asal Indonesia menghadiri sosialisasi NIA. (Sumber Foto : NIA)

Li Ai-ling (李璦陵), mahasiswa baru NTU asal Indonesia, mengatakan dirinya memilih menempuh pendidikan di Taiwan karena tertarik dengan lingkungan pendidikan yang menurutnya bebas dan ramah.

Namun, ia mengaku sempat merasa gugup dan tidak tenang karena baru tiba di Taiwan dan belum cukup menguasai bahasa Mandarin.

“Melalui kegiatan ini, saya menjadi lebih memahami aturan mengenai izin tinggal dan kehidupan di Taiwan, sehingga rasa khawatir saya berkurang dan saya menjadi lebih percaya diri untuk melanjutkan perjalanan pendidikan di sini,” katanya.

Kepala Kantor Layanan Taipei NIA Li Hsi-jen (李錫忍) mengatakan mahasiswa muda dari berbagai negara tidak hanya membawa keberagaman budaya ke lingkungan kampus, tetapi juga turut memperkuat pertukaran antara Taiwan dan masyarakat internasional.

Melalui kegiatan orientasi mahasiswa baru dan sosialisasi di lingkungan kampus, pihaknya berharap mahasiswa asing dapat memahami aturan izin tinggal dengan benar.

Ia juga mengingatkan mahasiswa yang menemukan transaksi keuangan mencurigakan untuk segera menghubungi saluran pencegahan penipuan 165 guna melakukan verifikasi.

Li berharap setiap mahasiswa dari luar negeri yang datang ke Taiwan untuk menempuh pendidikan dapat menjalani masa kuliah yang bermakna, aman, dan berkesan.

(Oleh Tammy Huang dan Agoeng Sunarto)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.