Suami dan teman warga Tiongkok korban penembakan di Taipei ditangkap

13/09/2026 15:20(Diperbaharui 13/09/2026 15:20)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 13 Sep. (CNA) Dua orang, termasuk suami korban, telah ditangkap sehubungan dengan penembakan yang tidak mematikan terhadap seorang warga negara Tiongkok di Taipei pada Jumat (11/9), kata pihak berwenang.

Menurut penegak hukum Taipei, korban, perempuan bermarga Chao (趙) (50), baru saja keluar dari rumahnya di dekat Jalan Shuiyuan pada Jumat sore ketika ia disergap seseorang yang mengenakan masker.

Orang bermasker tersebut mengeluarkan pistol dan menembakkan dua kali, salah satunya mengenai perut Chao, sementara tembakan lainnya menyebabkan pistol macet, kata pihak berwenang.

Setelah penembakan, tersangka melarikan diri, sementara Chao jatuh ke tanah dalam keadaan terluka. Setelah seorang pejalan kaki menelepon kepolisian dan ambulans, Chao dibawa ke rumah sakit untuk dirawat atas luka yang tidak mengancam nyawa.

Dengan menggunakan rekaman video pengawasan dari kejadian tersebut, kepolisian menemukan bahwa penembak masuk ke mobil milik suami Chao yang sudah berpisah dengannya, bermarga Chen (陳).

Chen ditangkap pada Jumat malam di Area Layanan Tai'an, di luar Jalan Tol Nasional No. 1 di Taichung, dan dipindahkan ke tahanan kejaksaan pada hari berikutnya.

Pada Sabtu, kejaksaan meminta dan mendapat izin untuk menahan Chen tanpa akses komunikasi, sementara penyidik mengidentifikasi tersangka penembak sebagai seorang wanita bermarga Yi (易).

Yi, yang diidentifikasi sebagai "teman" Chen, ditangkap di Distrik Sanchong, New Taipei pada Sabtu, kata pihak berwenang. Kejaksaan pada Minggu mengajukan izin menahannya tanpa akses komunikasi, atas kekhawatiran ia melarikan diri atau berupaya memengaruhi pihak lain untuk memberikan keterangan palsu.

Menurut laporan Liberty Times pada Minggu, Yi telah bersembunyi karena secara keliru percaya bahwa ada surat perintah penangkapan atas dirinya terkait insiden mengemudi dalam keadaan mabuk.

Setelah bertemu di ruang obrolan internet, Yi dan Chen mulai berkencan, dan baru-baru ini tinggal bersama di Distrik Zhonghe, New Taipei, di mana Chen mendukungnya secara finansial, menurut laporan tersebut.

Sementara itu, Chen marah karena setelah kembali dari perjalanan ke Tiongkok baru-baru ini, Chao menolak membantunya dalam bisnis pelapis kedap air miliknya, dan lebih memilih untuk bekerja paruh waktu di restoran, menurut Liberty Times.

Keluhan-keluhan ini berubah menjadi keinginan untuk membunuh Chao setelah dia mengusir Chen dari rumah mereka dan menolak membiarkannya bertemu anak-anak mereka, kata laporan tersebut.

Mengutip kesaksian dari Yi, laporan Liberty Times menyatakan bahwa Chen, yang enggan melakukan penembakan sendiri, membeli senjata api secara daring dan kemudian membawa Yi ke lapangan tembak di Tainan untuk melatih keterampilannya.

Lima hari sebelum penembakan, Yi dan Chen secara terpisah mengamati area sekitar rumah dan tempat kerja Chao, sebelum saling mengabari, kata laporan tersebut.

Pada Jumat, Yi dan Chen menunggu Chao, lalu setelah penembakan, melarikan diri bersama dengan kendaraan Chen, seperti yang telah mereka latih sebelumnya, kata Yi kepada penyidik, menurut laporan tersebut.

(Oleh Liu Shih-yi, Matthew Mazzetta, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.