Petugas pemadam kebakaran tewas saat bertugas, presiden dan PM berbelasungkawa

01/09/2026 13:09(Diperbaharui 01/09/2026 13:27)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kontributor Pribadi)
(Sumber Foto : Kontributor Pribadi)

Taipei, 1 Sep. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) dan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyampaikan belasungkawa pada Senin (31/8) kepada keluarga seorang petugas pemadam kebakaran yang meninggal setelah terjatuh ke sungai di Kabupaten Nantou saat berusaha menyelamatkan wisatawan yang terdampar akibat rakit mereka terbalik.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Lai mengatakan bahwa ia sangat berduka atas kematian petugas pemadam kebakaran bermarga Wu (伍), yang meninggal saat menjalankan tugas dalam misi penyelamatan masyarakat.

Lai mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan Kementerian Dalam Negeri dan Direktorat Jenderal Pemadam Kebakaran Nasional untuk memberikan bantuan penuh terkait kompensasi bagi keluarga Wu. Cho juga menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada Wu dan memberikan belasungkawa tulus kepada keluarganya.

Petugas pemadam kebakaran berusia 50 tahun dari Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Nantou Distrik Xinyi, terjatuh ke air dan terbawa arus pada Senin sore setelah perahu karet penyelamatannya terbalik saat ia dan rekannya mencoba mencapai para penumpang perahu yang terdampar di Sungai Zhuoshui, Kabupaten Nantou.

Wu kemudian ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dekat Jembatan Shuanglong sekitar 12 kilometer di hilir dari lokasi upaya penyelamatan dan diberikan CPR sebelum dibawa ke rumah sakit, namun ia dinyatakan meninggal setelah upaya resusitasi gagal.

Menurut Kantor Pemadam Kebakaran kabupaten, mereka menerima laporan pada Minggu bahwa lima wisatawan sedang berarung jeram di daerah Wujie di hulu Sungai Zhuoshui.

Ketika mereka mencapai area sekitar Jembatan Sunhai di Desa Xinyi, perahu mereka terbalik akibat arus deras dan air yang dilepaskan dari Bendungan Wujie.

Dua dari lima penumpang perahu berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga lainnya terdampar di sebuah gosong pasir. Kantor tersebut mengatakan bahwa mereka segera meluncurkan operasi penyelamatan, di mana ketiga orang yang terdampar berhasil dihubungi melalui telepon dan dipastikan dalam keadaan selamat.

Operasi penyelamatan dihentikan setelah malam tiba karena cuaca buruk, visibilitas rendah, kabut tebal, dan arus deras yang membuat tidak aman bagi tim penyelamat untuk mendekati lokasi, kata kantor tersebut.

Operasi dilanjutkan pada Senin, dan pada sore hari dua penyelamat mencoba mencapai gosong pasir dengan perahu karet penyelamat.

Namun, karena arus yang kuat, perahu tersebut terbalik. Wu terbawa arus ke hilir sementara penyelamat lainnya berhasil berenang ke tepi sungai dengan selamat.

Operasi penyelamatan dilanjutkan pada Selasa pagi karena dua orang masih terdampar.

Dalam sebuah pernyataan, kantor kabupaten menyampaikan penyesalan mendalam atas kecelakaan tersebut dan mengatakan akan melakukan segala upaya untuk memastikan kompensasi dan manfaat yang relevan bagi Wu serta membantu keluarganya dalam pengurusan pemakaman.

Kantor tersebut juga berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini.

(Oleh Hsiao Po-yang, Elizabeth Hsu, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.