Taipei, 31 Agu. (CNA) Perwakilan Amerika Serikat untuk Taiwan, Raymond Greene, pada Senin (31/8) mengumumkan langkah-langkah baru untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam pengembangan tenaga kerja semikonduktor, dengan mengatakan pada sebuah acara di Taipei bahwa inisiatif tersebut akan memperluas jalur pendidikan untuk membina talenta di kedua belah pihak.
"Dengan melakukan hal ini, kita tidak hanya akan memberikan pekerjaan berkualitas tinggi bagi pekerja AS dan Taiwan di sektor-sektor penting, tetapi kita juga akan menumbuhkan dan memperkuat kemitraan abadi kita," kata Greene, Direktur American Institute in Taiwan (AIT), dalam sambutan pembukaannya di Freedom 250 Workforce First Summit yang diselenggarakan oleh AIT.
AS memiliki dua inisiatif baru yang bertujuan mendorong lebih banyak mahasiswa Amerika untuk belajar di Taiwan di bidang teknologi tinggi, katanya pada pertemuan dua hari tersebut, yang mempertemukan 150 pemimpin pemerintah, industri, dan akademisi dari AS dan Taiwan dengan tujuan memperkuat kerja sama bilateral dalam pengembangan tenaga kerja.
Salah satu langkah tersebut adalah donasi pribadi terbaru sebesar US$20 juta (Rp354,78 miliar) kepada University of Arizona untuk mendukung mahasiswa yang ingin mengikuti program studi di luar negeri, yang juga berpotensi di Taiwan, kata Greene.
Inisiatif lainnya akan membawa dua mahasiswa pascasarjana tambahan ke National Yang Ming Chiao Tung University pada tahun 2027 di bawah program Fulbright Semiconductor Scholarship yang didanai pemerintah AS, tambahnya.
"Tindakan dan program ini berfungsi sebagai katalisator yang kuat, sumber inspirasi bagi institusi lain di sini hari ini untuk mengembangkan insentif institusional dan finansial serta jalur akademik mereka sendiri guna memastikan talenta-talenta muda saat ini menjadi generasi pemimpin berikutnya di institusi-institusi penting," ujar Greene.
Semua ini merupakan bagian dari pendalaman kerja sama antara AS dan Taiwan di sektor teknologi tinggi, dengan kedua belah pihak terus mengembangkan dan memperluas jalur pendidikan untuk membina talenta serta menyelaraskan upaya persiapan tenaga kerja mereka, menurut Greene.
Menteri Pendidikan Taiwan, Cheng Ying-yao (鄭英耀), yang juga berbicara di acara tersebut, mengatakan bahwa dengan menyambut mahasiswa Amerika, Taiwan memungkinkan mereka untuk belajar langsung dari para pendidik, peneliti, insinyur, pakar industri, dan mahasiswa di Taiwan.
"Namun, ini bukan pembelajaran satu arah," kata Cheng. "Mahasiswa Amerika akan mengalami ekosistem semikonduktor Taiwan secara langsung, sementara mahasiswa Taiwan memperoleh perspektif internasional dengan belajar bersama rekan-rekan mereka dari Amerika."
Selama pertemuan tersebut, Cheng dan Greene juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Foundation for International Cooperation in Higher Education of Taiwan dan SEMI Foundation yang berbasis di AS untuk mendorong kerja sama yang lebih erat antara kedua organisasi tersebut.
Yayasan yang berbasis di Taipei ini mempromosikan kerja sama internasional di sektor pendidikan tinggi Taiwan, sementara SEMI Foundation, lembaga nirlaba dari asosiasi industri mikroelektronika SEMI, berfokus pada penguatan jalur talenta semikonduktor global melalui program pengembangan tenaga kerja.