Taipei, 1 Sep. (CNA) Ani Nurtianna akrab disapa Tianna adalah pemeran Mira, sosok pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kuntilanak dalam film ”The Rope Curse 4: Kuntilanak”. Saat ditemui seusai nonton bersama (nobar) film pada Minggu (23/8) di Zhongli, Tianna mengungkapkan pada CNA bahwa ia pernah 'diganggu' setelah syuting film tersebut. Bahkan sebelumnya, purna PMI yang telah tinggal di Taiwan selama 20 tahun ini mengaku pernah kesurupan.
Tianna tak menyangka akan mendapat peran Mira dalam film tersebut. Awalnya yang ditawari ikut pemilihan pemeran adalah temannya, tetapi karena sang teman tidak berani memerankan film horor, maka ia yang diminta untuk menggantikannya.
Ini bukan kali pertama bagi Tianna tampil di layar. Ia beberapa kali mendapat panggilan casting pada tahun 2023 untuk memerankan figuran dalam beberapa film pendek. Sementara kesempatan untuk tampil di film "The Rope Curse 4" datang pada tahun 2025. Ia dihubungi langsung oleh sang sutradara.
Tidak ada kendala bahasa sama sekali, hanya saja ia harus berlatih ekstra agar ekspresinya sampai ke penonton.
Baca berita sebelumnya https://indonesia.focustaiwan.tw/society/202608245009
Tianna mengatakan syuting selama empat hari di Taiwan, awalnya berjalan dengan lancar. Saat ditanya apakah ada pengalaman mistis yang dialami selama syuting, ia mengaku jika pernah diganggu. Ia mengatakan, seusai syuting hari pertama dan pulang ke rumah, saat ia tidur, ia seperti mengigau didekap erat oleh hantu. Ia merasakan dicekik dan tak bisa bernafas, bahkan minta tolong pun tak bisa keluar suara. Namun ia pasrah dan menenangkan diri, sehingga rasa tersebut pelan-pelan hilang.
Ia juga membagikan pengalaman mistisnya selama di Taiwan saat menjadi PMI dan tinggal di asrama pekerja. Ia pernah tak sadar kalau kesurupan. Saat siuman, guru di asrama pekerja yang merupakan orang Taiwan mengatakan Tianna tak sengaja menabrak hantu di pintu. Guru asrama pun meminta Tianna untuk meminta maaf pada hantu tersebut. Padahal ia sendiri tidak sadar jika dirinya mengeram-eram dan menjerit kemudian pingsan.
Terlepas dari pengalaman mistisnya, Tianna, yang pernah bekerja sebagai perawat Migran di Hsincu ini mengharapkan bahwa film tersebut dalam mengambil tempat di hati masyarakat Taiwan maupun warga Indonesia. Ia pun mengajak teman-teman Indonesia untuk menonton film tersebut yang sudah tayang perdana di beberapa tempat mulai 27 Agustus.