New Taipei, 30 Agu. (CNA) Lebih dari 300 orang, termasuk empat anak di bawah umur, diam-diam direkam di delapan cabang jaringan klinik kecantikan Dr. Shine, kata kejaksaan New Taipei pada Jumat (28/8) saat mereka menuntut sembilan orang terkait kasus tersebut.
Kejaksaan menuntut hukuman penjara setidaknya 16 tahun untuk Chen Chih-min (陳志敏), manajer operasional grup tersebut, dan 14 tahun untuk Tang Yung-chieh (唐詠傑), kepala teknologi informasinya. Kedua pria tersebut telah ditahan tanpa akses komunikasi selama penyidikan.
Penyidikan menemukan bahwa kamera tersembunyi yang disamarkan sebagai detektor asap atau lampu sensor inframerah dipasang di ruang konsultasi, ruang perawatan, ruang laser, dan ruang pemulihan di delapan cabang di Taipei dan New Taipei antara 2020 hingga Maret 2026.
Kamera-kamera tersebut merekam pelanggan saat mereka sedang berganti pakaian atau memperlihatkan payudara atau bagian bawah tubuh mereka, kata kejaksaan. Sebuah perusahaan peralatan pengawasan juga disewa untuk memasang kamera tersembunyi di lima cabang.
Setelah kasus kamera tersembunyi terpisah yang melibatkan klinik estetika Airlee terungkap pada Mei, staf Dr. Shine diduga khawatir praktik pengawasan mereka sendiri akan terbongkar.
Tang kemudian membuat grup LINE untuk mengoordinasikan penyingkiran kamera tersembunyi dan mengarahkan empat pegawai untuk mengunjungi cabang-cabang antara 5 hingga 8 Mei guna menghancurkan barang bukti, kata kejaksaan.
Kasus ini terungkap setelah seorang pelanggan menemukan kamera tersembunyi di cabang Banqiao Zhongshan milik jaringan tersebut pada 5 Mei dan melaporkannya ke kepolisian. Penyidik kemudian menyita dua unit perekam pengawasan.
Kejaksaan mengatakan penyidikan mereka sejauh ini telah mengidentifikasi lebih dari 300 korban di delapan cabang, termasuk empat anak di bawah umur, dan jumlah tersebut bisa bertambah.
Mereka menduga Chen dan Tang merekam gambar intim pelanggan secara sistematis dan tanpa pandang bulu, sehingga sangat melanggar privasi dan otonomi tubuh mereka.
Setelah kasus ini terungkap, kedua orang tersebut diduga lebih fokus pada penyingkiran kamera dan penghancuran barang bukti daripada memberi tahu atau meminta maaf kepada pelanggan, kata kejaksaan.
Chen dan Tang terus membantah tuduhan dan saling melempar tanggung jawab, kata kejaksaan. Mereka dituntut berdasarkan undang-undang yang mengatur perekaman gambar seksual anak di bawah umur tanpa izin, pengumpulan data pribadi secara ilegal, dan perekaman gambar seksual tanpa izin.
Dua bersaudara yang memasok peralatan pengawasan dan lima pegawai klinik juga dituntut karena membantu melakukan pelanggaran atau menghancurkan barang bukti.
Kejaksaan juga telah memasukkan pendiri Dr. Shine, Wang Chao-hui (王朝輝), yang meninggalkan Taiwan setelah kasus ini terungkap, ke dalam daftar pencarian orang dan mendesaknya untuk kembali dan bekerja sama dalam penyidikan.
Selesai/JC