Presiden Lai: Taiwan akan manfaatkan keunggulan industri untuk dorong solusi emisi nol bersih

20/08/2026 10:39(Diperbaharui 20/08/2026 10:39)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te (depan, tengah) dan yang lainnya hari Rabu menghadiri Net Zero Tech International Contest 2026 yang diselenggarakan National Taiwan University dan TECO Technology Foundation. (Sumber Foto : CNA, 19 Agustus 2026)
Presiden Lai Ching-te (depan, tengah) dan yang lainnya hari Rabu menghadiri Net Zero Tech International Contest 2026 yang diselenggarakan National Taiwan University dan TECO Technology Foundation. (Sumber Foto : CNA, 19 Agustus 2026)

Taipei, 20 Agu. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德), Rabu (19/8) menyatakan pemerintah akan memanfaatkan keunggulan kluster semikonduktor serta teknologi informasi dan komunikasi Taiwan untuk mendorong inovasi teknologi hijau di laboratorium menjadi solusi nyata menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan target emisi nol bersih 2050.

Visi ini disampaikannya di Net Zero Tech International Contest 2026 yang diselenggarakan National Taiwan University (NTU) dan TECO Technology Foundation, yang berhasil menarik pendaftaran dari 34 negara, 79 universitas, dan 267 tim di seluruh dunia, dengan total partisipasi mencapai 1.144 dosen dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Lai menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar capaian reduksi emisi global masih bertumpu pada perluasan aplikasi teknologi yang sudah matang. 

Menghadapi target emisi nol bersih 2050 serta lonjakan konsumsi listrik akibat pesatnya pertumbuhan AI, kata Lai, dunia membutuhkan material baru, sistem energi baru, metode produksi baru, serta peningkatan performa komputasi dan efisiensi energi.

Lai mengatakan bahwa Taiwan memiliki kluster industri semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi, serta manufaktur presisi yang lengkap, didukung kapasitas riset yang melimpah serta rantai pasok yang tangguh. 

Kondisi tersebut, menurutnya, memungkinkan Taiwan memadukan riset dan manufaktur untuk mengembangkan teknologi emisi nol bersih yang berdaya saing internasional.

Lai menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendorong inovasi teknologi emisi nol bersih, memetakan teknologi penting, serta mengintegrasikan sumber daya industri, pemerintah, akademisi, dan lembaga riset. 

Langkah ini mencakup penyediaan lokasi verifikasi, kerja sama industri, dan dukungan kewirausahaan demi membantu hasil riset potensial bertransformasi menjadi solusi hijau yang dapat diadopsi industri dan dibutuhkan pasar global, ujar Lai.

Rektor NTU Chen Wen-chang (陳文章) menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini dibagi ke dalam dua kategori internasional utama, yakni "energi" dan "keberlanjutan", yang mencakup lebih dari 30 bidang teknologi hijau. 

Sebanyak 40 tim finalis dari kedua kategori terpilih untuk berlaga langsung di kampus NTU, mencatatkan skala partisipasi terbesar sepanjang sejarah kompetisi, kata dia.

Chen menegaskan bahwa harapan untuk mengatasi krisis keberlanjutan bumi terpancar nyata dari generasi muda saat ini, dan perhelatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan titik awal baru dalam berkolaborasi mengatasi iklim ekstrem dan tantangan keberlanjutan global. 

(Oleh Chang Hsiung-feng dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.