Taipei, 28 Juli (CNA) Empat kiriman tambahan minyak kamelia yang diproduksi oleh produsen Taiwan Aconpure Green Technology Inc. ditemukan mengandung kadar benzo[a]pirene (BaP) yang berlebihan, sebuah karsinogen, demikian diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Senin (27/7).
Otoritas kesehatan telah memerintahkan perusahaan tersebut untuk menghentikan seluruh produksi dan penjualan produk minyak kamelia, kata TFDA.
Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah Aconpure secara sukarela melaporkan pada 21 Juli bahwa beberapa produk minyak kamelia-nya melebihi batas legal BaP di Taiwan, sebuah karsinogen yang dapat terbentuk selama pemrosesan makanan bersuhu tinggi.
Berbicara dalam konferensi pers, Direktur Jenderal TFDA Chiang Chih-kang (姜至剛) mengatakan bahwa dari tujuh kiriman yang awalnya dilaporkan oleh perusahaan, dua di antaranya telah dikonfirmasi oleh Aconpure mengandung 2,9 bagian per miliar (ppb) BaP, melebihi batas legal sebesar 2 ppb.
Lima kiriman sisanya diambil sampelnya oleh Departemen Kesehatan Kota New Taipei dan diuji oleh TFDA, dengan empat di antaranya ditemukan melebihi batas legal, kata Chiang.
TFDA sebelumnya mengatakan bahwa 5.024 botol telah diproduksi menggunakan kiriman bahan baku yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 939 botol telah didistribusikan ke pengecer, sementara 4.085 botol sisanya masih berada dalam kepemilikan perusahaan dan telah disegel.
Menurut Chiang, departemen kesehatan New Taipei memerintahkan Aconpure untuk menarik tujuh kiriman yang terdampak dari rak toko paling lambat tengah hari pada 23 Juli. Departemen tersebut juga memerintahkan perusahaan untuk menghentikan produksi dan penjualan semua produk minyak kamelia lainnya mulai 22 Juli.
TFDA telah berulang kali menekankan bahwa kasus minyak kamelia ini tidak terkait dengan kasus sebelumnya yang melibatkan Central Union Oil Corp., dengan mencatat bahwa kedua insiden tersebut melibatkan bahan baku yang berbeda -- kedelai pada kasus Central Union dan biji kamelia pada kasus Aconpure -- meskipun kedua kasus tersebut terkait dengan masalah pada proses pemanasan.