Pengemudi dalam tabrakan maut WNI di Tainan divonis 17 tahun

21/07/2026 12:04(Diperbaharui 21/07/2026 14:46)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Mobil yang dikemudikan Wu dalam kecelakaan maut di Tainan pada 12 April. (Sumber Foto : Dok. Istimewa)
Mobil yang dikemudikan Wu dalam kecelakaan maut di Tainan pada 12 April. (Sumber Foto : Dok. Istimewa)

Tainan, 21 Juli (CNA) Seorang pria Taiwan divonis 17 tahun penjara setelah menerobos lampu merah di Tainan dengan mobilnya, hingga menabrak tiga warga negara Indonesia (WNI) di dua sepeda motor, menyebabkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka, menurut putusan hakim warga di pengadilan distrik, Senin (20/7).

Pengadilan Distrik Tainan dalam rilis pers mengatakan bahwa terdakwa, pria bermarga Wu (吳), pada sore 12 April tahun lalu terlebih dahulu minum minuman beralkohol bersama teman-temannya di Distrik Guantian, Tainan.

Sekitar pukul 17.00, Wu melanjutkan pesta minum di sebuah rumah makan dengan pramusaji pendamping di Distrik Shanhua, di mana ia dan temannya menghabiskan 15 botol bir serta makanan lainnya sambil ditemani pramusaji.

Pada sekitar pukul 19.00, Wu mengemudikan mobil sedan ke arah utara di Jalan Raya Provinsi 1 yang melintasi Distrik Guantian dengan kelajuan yang melebihi batas hukum, kata pengadilan.

Ia menerobos lampu merah di persimpangan dengan Jalan Tainan No. 64 dengan kelajuan tinggi dan menabrak sebuah sepeda motor serta sebuah sepeda listrik ringan yang sedang melintas untuk menyeberangi Jalan Raya Provinsi 1.

Penumpang, pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan, terbentur keras pada sisi kiri tubuhnya dan terpental menghantam kaca depan sisi pengemudi mobil sebelum terlempar ke jalur berlawanan dan jatuh dengan keras hingga meninggal di tempat, kata pengadilan.

Sementara itu, dua PMI laki-laki yang mengendarai kedua kendaraan tersebut mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit, tambah pengadilan.

(Sumber Foto : Dok. Istimewa)
(Sumber Foto : Dok. Istimewa)

Setelah kecelakaan, Wu langsung pergi dengan mengemudi, kemudian meninggalkan mobilnya di pinggir jalan sekitar 400 meter dari tempat kejadian, dan menghubungi seorang temannya untuk membantunya melarikan diri dan bersembunyi, kata pengadilan.

Baru pada 14 April pagi, Wu menyerahkan diri dengan didampingi pengacaranya, tetapi kadar alkohol dalam tubuhnya saat kecelakaan tidak lagi dapat diukur karena ia telah melarikan diri lebih dari 38 jam, kata pengadilan.

Majelis hakim warga Pengadilan Distrik Tainan menilai Wu terbukti terus mengonsumsi alkohol sebelum kejadian, mengemudi dengan melebihi batas kelajuan, beberapa kali menerobos lampu merah dengan kelajuan tinggi, serta berpindah jalur sembarangan tanpa menyalakan lampu sein.

Majelis menyimpulkan bahwa kemampuannya mengemudi telah jelas dipengaruhi alkohol sehingga kepekaan terhadap kelajuan, perhatian, kendali, dan kemampuan reaksinya hilang atau menurun.

Kendaraan yang dikemudikannya seperti bola bowling yang lepas kendali, melaju kencang di jalan provinsi yang ramai dari dua arah tanpa mengindahkan lampu lalu lintas, sebut majelis hakim.

Majelis hakim juga berpendapat bahwa perilaku mengemudi berbahaya Wu berlangsung secara terus-menerus dan telah menimbulkan ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat membahayakan jiwa, keselamatan fisik, maupun harta benda pengguna jalan secara umum.

Oleh karena itu, atas tindak pidana membahayakan keselamatan publik hingga menyebabkan kematian, Wu dijatuhi hukuman 12 tahun enam bulan penjara, kata pengadilan.

Selain itu, atas tindak pidana melarikan diri setelah menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal saat mengemudikan kendaraan bermotor, ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Dengan mempertimbangkan keseluruhan perkara, pengadilan menetapkan hukuman yang harus dijalani Wu adalah 17 tahun penjara, dengan putusan yang masih dapat diajukan banding.

(Oleh Yang Ssu-jui dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.