Taipei, 22 Juli (CNA) Yuan Legislatif (Parlemen) hari Selasa (21/7) mengesahkan amandemen Undang-Undang Penggalian Pasir dan Kerikil yang secara signifikan meningkatkan hukuman bagi penambangan kerikil ilegal di Taiwan, termasuk penjara seumur hidup bagi pelaku yang aksi mencari untungnya menyebabkan kematian.
Amandemen ini dipicu kasus penambangan ilegal yang menjadi sorotan di Distrik Meinong, Kaohsiung, tahun lalu. Yuan Eksekutif (Kabinet) menyetujui rancangan undang-undang tersebut pada Mei, dan legislator mengesahkannya pada Selasa setelah memperkuat beberapa hukuman yang diusulkan.
Di bawah undang-undang yang telah direvisi, mereka yang melakukan penggalian tanpa izin untuk keuntungan finansial dapat menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun dan denda hingga NT$500 juta (Rp277,1 miliar). Otoritas juga dapat menyita kendaraan dan mesin yang digunakan.
Mereka yang gagal memulihkan lokasi penggalian sesuai tenggat waktu yang ditentukan akan didenda NT$100.000 hingga NT$2,5 juta, dengan denda berulang hingga kepatuhan tercapai.
Jika aktivitas tersebut menyebabkan bencana, pelaku dapat menghadapi hukuman penjara satu hingga tujuh tahun dan denda hingga NT$60 juta.
Mereka yang tindakannya menyebabkan cedera serius dapat menghadapi hukuman penjara tiga hingga sepuluh tahun dan denda hingga NT$80 juta, sementara yang aksinya menyebabkan kematian dapat menghadapi kurungan seumur hidup atau minimal tujuh tahun, serta denda hingga NT$100 juta.
Amandemen ini disahkan setelah penemuan pada 2025 atas operasi penggalian ilegal skala besar di lahan pribadi dalam kawasan konservasi sumber air di Meinong, yang melibatkan penggalian area seluas 6 hektare dengan kedalaman rata-rata 15 meter, menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah hingga menyerupai "ngarai".
Kejaksaan mengatakan para tersangka memperoleh atau menyewa lahan pertanian, secara ilegal mengekstraksi pasir dan kerikil untuk keuntungan, lalu membuang limbah konstruksi dan bahan beracun ke dalam lubang sebelum menutupnya dengan tanah untuk menyembunyikan operasi tersebut.
Aktivitas ilegal ini terungkap pada awal 2025, tetapi berlanjut setidaknya hingga Juli, meskipun denda sebesar NT$1 juta dan NT$2 juta telah dijatuhkan masing-masing pada Januari dan April.
Kejaksaan menuntut 106 tersangka pada Februari dan memperkirakan operasi tersebut menghasilkan sekitar NT$300 juta keuntungan ilegal.
Selesai/JC