Taipei, 3 Juli (CNA) Peritel fesyen cepat asal Swedia, H&M, mengonfirmasi bahwa gerai utamanya di kawasan perbelanjaan Ximending, Taipei, akan ditutup pada akhir 2026 setelah masa sewa lokasi tersebut berakhir.
Kepada CNA, H&M menyatakan keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan pemilik bangunan menjelang berakhirnya kontrak sewa. Meski demikian, perusahaan menegaskan tetap optimistis terhadap pasar Taiwan yang dinilai sebagai salah satu pasar penting dan berpotensi besar di kawasan Tiongkok Raya.
Saat ini H&M mengoperasikan 14 gerai di Taiwan dan menyatakan akan terus mengoptimalkan jaringan tokonya serta mencari lokasi baru yang sesuai di berbagai wilayah Taiwan.
Gerai Ximending merupakan salah satu lokasi utama H&M di Taiwan. Saat dibuka, toko tersebut diperkenalkan sebagai gerai utama H&M terbesar di Asia.
Pengamat pasar menilai perubahan pola belanja konsumen dan pariwisata setelah pandemi COVID-19, serta meningkatnya biaya sewa, telah memengaruhi strategi pemilihan lokasi berbagai merek fesyen internasional.
Namun, H&M menegaskan penutupan gerai tersebut terutama disebabkan berakhirnya masa sewa.
H&M memasuki pasar Taiwan pada 2015 dengan membuka gerai pertamanya di Breeze Song Gao, Taipei. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan memperluas jaringan tokonya secara lebih hati-hati, dengan gerai terbaru dibuka di Jalan Zhongxiao Timur, Taipei, pada 2020.
Sementara itu, sejumlah merek fesyen cepat internasional lainnya masih terus berekspansi di Taiwan. UNIQLO dan GU asal Jepang masing-masing memiliki 72 dan 27 gerai, sedangkan Zara asal Spanyol mengoperasikan tujuh gerai dan Gap asal Amerika Serikat memiliki 16 gerai.
Pengamat industri menilai merek-merek fesyen cepat internasional kini mulai beralih dari strategi ekspansi agresif menuju optimalisasi jaringan toko dengan lebih mempertimbangkan kinerja setiap gerai, karakteristik konsumen setempat, serta biaya sewa.