Taipei, 8 Jun. (CNA) Sebuah bus terjatuh ke lereng di Desa Renai, Kabupaten Nantou pada Minggu (7/6), membuat 15 pekerja migran dan sopir, yang ditemukan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan menunggak hampir seratus surat tilang, dilarikan ke rumah sakit, kata kepolisian.
Bus sedang berkapasitas 21 penumpang tersebut, yang dikemudikan pria bermarga Chang (張) (41), mengangkut 15 pekerja migran Filipina di Taiwan untuk berwisata menikmati bunga di Hehuanshan pada Minggu, menurut otoritas setempat.
Di sebuah tikungan tajam di Jalan Provinsi No. 14 dalam perjalanan pulang pada sore, kendaraan itu menabrak taman bunga hias di tepi jalan dan terjun ke lereng, kata otoritas. Beruntung, sebagian badan bus tertahan platform beton sehingga tidak terus menggelinding ke jurang sedalam lebih dari 100 meter.
Tim penyelamat segera tiba di lokasi, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan lima orang jelas terluka, sementara sebelas lainnya tidak mengalami luka luar yang signifikan tetapi tetap dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan, kata otoritas.
Personel kepolisian, Biro Jalan Raya, dan Komite Keselamatan Transportasi Taiwan hari Senin mendatangi lokasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Untuk sementara, polisi menangani kasus ini sesuai prosedur kecelakaan lalu lintas.
Kantor Polisi Renai hari Senin mengatakan Chang, yang memungut biaya dari penumpang, diduga kehilangan kendali. Ia tidak mengemudi di bawah pengaruh narkoba maupun alkohol, tetapi tidak memiliki SIM profesional untuk bus besar dan SIM mobil pribadi miliknya telah dicabut.
Menurut penyelidikan awal, tidak tertutup kemungkinan bahwa bus melaju dengan kelajuan yang cukup tinggi. Selain itu, beberapa penumpang mengaku mencium bau hangus sebelum bus terguling. Rem diduga mengalami pemanasan berlebih akibat penggunaan terus-menerus saat menuruni gunung.
Chang sendiri mengaku bahwa rem kendaraan mengalami kegagalan fungsi saat kecelakaan terjadi, sehingga bus kehilangan kendali di tikungan menurun dan terjatuh ke lereng.
Otoritas pengawasan kendaraan menjelaskan bus tersebut diproduksi pada Februari 2011 dan telah berusia lebih dari sepuluh tahun, sehingga wajib menjalani inspeksi berkala setiap empat bulan. Kendaraan itu lulus uji kelayakan pada Mei tahun ini dan data registrasinya dalam kondisi normal.
Selain itu, diketahui bahwa Chang masih memiliki 97 surat tilang yang belum dibayar dengan total tunggakan denda total sekitar NT$660.000 (Rp380 juta), menurut pihak berwenang.
Pihak berwenang tidak menutup kemungkinan bahwa penyebab kecelakaan berkaitan dengan kebiasaan mengemudi yang buruk serta fakta bahwa Chang tidak memiliki SIM profesional untuk mengemudikan bus besar.
(Oleh Hsiao Po-yang dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja