Manila, 8 Juni (CNA) Sebuah kelompok bisnis Taiwan yang berbasis di Davao hari Senin (8/6) mengatakan belum ada laporan korban jiwa atau luka di antara warga Taiwan setelah gempa besar mengguncang pulau Mindanao di Filipina selatan, yang menyebabkan kerusakan signifikan.
Ho Chien-yi (何見意), yang memimpin Kamar Dagang Taiwan Mindanao (MTCC), mengatakan kepada CNA bahwa ada sekitar 30 warga negara Taiwan yang tinggal di Mindanao dan tidak ada masalah yang dilaporkan hingga Senin sore.
Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa berkekuatan 7,8 magnitudo terjadi di lepas pantai selatan Mindanao pada pukul 07.37 dengan kedalaman 35 kilometer, dan pusat gempa berada sekitar 24 kilometer sebelah barat Provinsi Sarangani.
Di Kota General Santos, kota terbesar yang paling dekat dengan pusat gempa, intensitas gempa mencapai 8, tingkat yang digambarkan sebagai "sangat merusak" pada skala intensitas 10 tingkat milik Phivolcs.
Bahkan di Davao, kota terbesar di Mindanao yang berjarak sekitar 140 kilometer dari General Santos, di mana tingkat intensitasnya adalah 5, guncangan terasa sangat kuat dan cukup membuat orang merasa pusing, kata Ho, yang tinggal di Davao.
Meskipun Davao cukup jauh dari pusat gempa, beberapa bangunan di kota tersebut juga runtuh, dan laporan kerusakan tambahan bisa saja muncul dalam beberapa hari ke depan, Ho memperingatkan.
"Banyak rumah dibangun sendiri oleh warga dan mungkin tidak memenuhi standar struktur bangunan, jadi tingkat kerusakan yang sebenarnya kemungkinan baru akan terlihat jelas setelah besok," ujarnya.
Seorang pebisnis Taiwan bermarga Hou (侯), yang telah bekerja di industri pengolahan makanan laut di General Santos selama lebih dari satu dekade, mengatakan guncangan terasa sangat kuat dan berlangsung lebih dari satu menit.
"Cukup banyak bangunan di kota yang runtuh," katanya, seraya menambahkan bahwa beberapa wilayah masih belum mendapat aliran listrik dan pemerintah daerah telah mengumumkan penghentian aktivitas kerja dan sekolah.
Setidaknya dua pebisnis Taiwan saat ini menjalankan usaha budidaya perikanan dan pabrik pakan di Kota Digos, yang terletak di antara Davao dan General Santos.
Lin Teng-feng (林登峰), presiden Taiwan Association Inc. Philippines, sebuah organisasi yang membantu pemilik usaha Taiwan di Filipina, mengatakan kepada CNA bahwa gelombang laut meningkat setelah gempa, dengan ombak mencapai sekitar 3 meter dan air laut meluap ke jalan-jalan pesisir di beberapa daerah.
Lin, yang menjalankan usaha budidaya ikan dengan keramba jaring apung, mengatakan kondisi laut yang ganas membuat para pekerja tidak bisa pergi untuk memeriksa tambak ikan, sehingga kerusakan belum bisa dinilai.
Menurut Rodrigo Sosmeña, direktur Kantor Pertahanan Sipil (OCD) di Wilayah 12 Filipina, sebanyak 15 orang telah dipastikan meninggal dunia hingga pukul 14.00, termasuk tujuh orang di General Santos.
Ia menambahkan bahwa setidaknya 129 orang terluka hanya di Wilayah 13, sementara 15.077 rumah tangga -- sekitar 70.000 orang -- terpaksa mengungsi atau kehilangan tempat tinggal.
Wilayah 13 terdiri dari Kota General Santos dan provinsi Sarangani, Cotabato, South Cotabato, dan Sultan Kudarat.
Selesai/