Taipei, 5 Jun. (CNA) Yuan Legislatif (Parlemen) pada hari Jumat (5/6) mengesahkan sebuah resolusi yang secara bulat mengecam apa yang mereka gambarkan sebagai upaya keras Beijing yang menghalangi rencana kunjungan Presiden Lai Ching-te (賴清德) ke Eswatini pada akhir April.
Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa mengajukan resolusi tersebut setelah Kantor Kepresidenan membatalkan rencana kunjungan Lai ke Eswatini pada 21 April, sehari sebelum keberangkatannya yang dijadwalkan, dengan alasan penarikan mendadak izin terbang oleh Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar untuk pesawat carteran Lai.
Menurut seorang pejabat keamanan nasional yang tidak disebutkan namanya dan berbicara kepada CNA pada 21 April, Tiongkok telah mengancam akan mencabut keringanan utang yang signifikan untuk ketiga negara tersebut, menghentikan pendanaan, dan memberlakukan sanksi ekonomi lebih lanjut jika mereka tidak mencabut izin terbang untuk pesawat Lai.
Dalam resolusi tersebut, Parlemen dengan tegas mengecam penggunaan tekanan diplomatik dan ekonomi yang keras oleh Tiongkok untuk memaksa pihak ketiga mencabut izin terbang tersebut.
Disebutkan bahwa tindakan tersebut membahayakan keselamatan penerbangan, melanggar aturan dan norma internasional, serta merusak kesetaraan kedaulatan dan prinsip non-intervensi, serta menambahkan bahwa tindakan itu menantang tatanan internasional dan menekan hak Republik Tiongkok untuk berinteraksi dengan dunia.
"Semua legislator, tanpa memandang afiliasi partai, akan berdiri bersatu dalam menjaga kedaulatan, demokrasi, kebebasan, dan martabat internasional bangsa," demikian kesimpulan resolusi tersebut.
Pada sidang pleno, kaukus oposisi kecil Partai Rakyat Taiwan (TPP) mengusulkan agar resolusi tersebut disahkan sebagaimana adanya. Tanpa keberatan, resolusi itu diadopsi secara bulat.
Pada 2 Mei, Lai melakukan kunjungan mendadak ke Eswatini dengan menaiki pesawat pribadi Raja Mswati III, yang sebelumnya telah membawa utusan khususnya Thulisile Dladla ke Taipei pada 30 April.
Dengan menggunakan jet milik kepala negara, Lai dapat mengunjungi Eswatini, satu-satunya sekutu diplomatik Taiwan yang tersisa di Afrika, untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-58 Raja Mswati III dan peringatan 40 tahun pemerintahannya.
Lai kembali ke Taiwan pada 5 Mei, sekali lagi didampingi oleh Dladla dengan pesawat yang sama.
Selesai/ja