Taipei, 3 Jun. (CNA) National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST), lembaga penelitian militer terkemuka di Taiwan, meluncurkan tiga prototipe anjing robot khusus militer yang dirancang untuk misi pengawasan, pengintaian, dan dukungan tempur di Taipei hari Selasa (2/6).
Model-model tersebut didasarkan pada robot berkaki empat Vision 60 yang dikembangkan oleh Ghost Robotics yang berbasis di AS dan diintegrasikan dengan sistem yang dikembangkan NCSIST yang menyediakan kemampuan pengumpulan intelijen, patroli, dan pemantauan, kata Jen Kuo-kuang (任國光), kepala Divisi Penelitian Sistem Rudal dan Roket institut tersebut, dalam konferensi pers.
Menurut institut tersebut, varian pertama dari tiga anjing robot ini dilengkapi dengan sistem LiDAR (Light Detection and Ranging) dan pencitraan termal, yang memungkinkan operasi patroli, penghindaran rintangan, deteksi lingkungan, dan pemetaan 3D.
Anjing robot ini dapat digunakan untuk patroli keamanan, pengawasan fasilitas, dan pemantauan malam hari.
Model kedua dilengkapi dengan sistem pengintaian elektro-optik yang dikembangkan oleh NCSIST. Dirancang untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian, model ini dapat mencari, mengidentifikasi, dan melacak target sambil mengirimkan informasi ke sistem komando dan kontrol pintar.
NCSIST mengatakan sistem ini pada akhirnya dapat diintegrasikan dengan kendaraan darat tak berawak dan pesawat nirawak untuk membentuk jaringan medan perang tiga dimensi.
Model ketiga dilengkapi dengan stasiun senjata kendali jarak jauh yang dikembangkan oleh NCSIST, memberikannya kemampuan pengintaian, serangan, pertahanan pantai, keamanan lapangan udara, pengendalian kerusuhan, dan operasi perang perkotaan.
Anjing-anjing robot ini mampu saling terhubung satu sama lain, memungkinkan mereka berbagi informasi dan mengoordinasikan operasi, kata NCSIST, seraya menambahkan bahwa penempatan mereka juga dapat mengurangi paparan personel terhadap lingkungan medan perang yang berbahaya.
Jen mengatakan platform Vision 60 dirancang untuk misi intensitas tinggi, berisiko tinggi, dan segala cuaca. Robot ini dapat beroperasi pada suhu mulai dari minus 40 derajat Celsius hingga 55 derajat Celsius dan memiliki peringkat IP67, sehingga dapat berfungsi di lingkungan hujan, berdebu, dan berlumpur.
Menurut Jen, anjing robot ini dapat melintasi berbagai medan, termasuk lereng dan tangga, serta mampu berdiri sendiri setelah terjatuh.
Dengan berat sekitar 52,4 kilogram, platform ini dapat membawa beban hingga 10 kilogram sambil bergerak dengan kecepatan hingga 2,5 meter per detik. Ia juga memiliki daya tahan operasi selama delapan hingga sepuluh jam, katanya.
Selesai/IF