Taipei, 16 Apr. (CNA) Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) Taiwan bekerja sama dengan St. Christopher's Church Taipei untuk meningkatkan kesadaran pencegahan penipuan di kalangan warga asing, dengan menyasar sekitar 400 pekerja migran asal Filipina dalam kegiatan sosialisasi baru-baru ini.
Dalam siaran pers pada Kamis (16/4), NIA menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh Kantor Layanan Taipei dengan memanfaatkan momen misa Minggu saat jemaat berkumpul untuk menyampaikan pesan pencegahan penipuan secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, petugas NIA Chen Yen-cheng (陳晏正) menyampaikan dalam bahasa Inggris berbagai modus yang umum digunakan oleh pelaku penipuan, seperti meminta bantuan meminjam rekening dengan dalih sederhana. Ia mengingatkan bahwa jika terjebak, tabungan hasil kerja keras di luar negeri dapat hilang dalam waktu singkat.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi, termasuk larangan meminjamkan kartu SIM, kartu izin tinggal, maupun rekening bank kepada pihak lain, karena dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal dan berujung pada tanggung jawab hukum.
Salah satu pekerja migran Filipina dengan nama samaran Ali mengaku pernah hampir terjebak setelah menerima telepon dari orang tidak dikenal yang meminta bantuan untuk menerima uang tunai. Pelaku mengaku sebagai sesama pekerja migran yang membutuhkan bantuan mendesak. Beruntung, ia mendapat peringatan dari temannya sehingga terhindar dari keterlibatan dalam tindak kriminal.
Sementara itu, Pastor Gereja Katolik St. Christopher's Church Taipei, Roger Manalo mengatakan bahwa gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi warga asing, tetapi juga tempat perlindungan yang memberikan rasa aman.
Ia berharap kolaborasi dengan otoritas imigrasi dapat membantu para pekerja migran mendapatkan perlindungan baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kantor Layanan Taipei NIA, Su Hui-Wen (蘇慧雯) mengingatkan bahwa pencegahan penipuan bukan sekadar slogan, melainkan upaya nyata untuk melindungi impian para pekerja migran.
Ke depan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan organisasi keagamaan, kelompok masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan kesadaran serta menciptakan lingkungan yang aman.
NIA juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap situasi mencurigakan dan segera menghubungi saluran siaga anti-penipuan 165 guna melindungi keamanan finansial mereka.
(Oleh Huang Li-yun dan Agoeng Sunarto)
Selesai/ja