Pembawa acara Taiwan pandang positif kedatangan pekerja migran India

16/04/2026 11:18(Diperbaharui 16/04/2026 11:18)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pembawa acara Ariel Wang (kanan) dan aktris berdarah campuran asal Vietnam, Moana Kuo dalam konferensi pers peluncuran acara baru FTV. (Sumber Foto : Formosa TV)
Pembawa acara Ariel Wang (kanan) dan aktris berdarah campuran asal Vietnam, Moana Kuo dalam konferensi pers peluncuran acara baru FTV. (Sumber Foto : Formosa TV)

Taipei, 16 Apr. (CNA) Ariel Wang (王嘉琳), pembawa acara di Formosa TV (FTV), mengatakan bahwa rencana kedatangan pekerja migran India seharusnya disambut dengan sikap yang lebih terbuka, selama terdapat standar prosedur yang lengkap dan perangkat hukum yang memadai.

Hal tersebut dikatakan Wang pada Rabu (15/4), menjawab pertanyaan dalam konferensi pers promosi sebuah program anyar, yang diproduseri Direktorat Jenderal Imigrasi dan diproduksi FTV, tentang kisah hidup para imigran baru dan pekerja migran.

Wang, yang akan membawakan acara itu, menyatakan bahwa dirinya telah lama berkecimpung di bidang ekonomi, sehingga ia melihat dari perspektif kebutuhan industri dan keberagaman sosial.

Dari sana, ia berpendapat bahwa selama standar operasional prosedur dan regulasi hukum disusun dengan baik, Taiwan sebagai tempat bertemunya berbagai budaya seharusnya menyambut anggota baru dengan sikap yang lebih terbuka.

Sementara itu, Moana Kuo (郭雅茹), aktris keturunan Taiwan-Vietnam, mengatakan para imigran baru yang datang ke Taiwan umumnya bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan merawat anggota keluarga, sehingga mereka sangat menghargai kesempatan yang ada dan akan mematuhi aturan.

Oleh karena itu, Kuo mengatakan dirinya berharap masyarakat dapat melepaskan prasangka yang sudah ada dan memberikan lebih banyak kepercayaan.

Kuo, yang merupakan imigran baru di Taiwan sekaligus aktris dan pengajar bahasa Vietnam, berbagi bahwa pada masa awal kariernya, masyarakat masih memiliki stereotip terhadap budaya Vietnam.

Ia juga mengaku pernah mengalami ejekan berupa peniruan aksen secara sengaja, sehingga membutuhkan waktu lama baginya untuk beradaptasi.

"Saat kecil saya sampai menangis karena sedih, tetapi sekarang saya merasakan bahwa tingkat toleransi di Taiwan benar-benar semakin besar," kata Kuo.

Ia juga menambahkan bahwa seiring dengan meningkatnya perhatian Taiwan terhadap isu imigran baru, kini tidak hanya tersedia banyak program subsidi, tetapi penerimaan masyarakat terhadap budaya Vietnam juga melonjak.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) pada 9 April mengatakan pekerja migran India kemungkinan dapat mulai datang paling cepat tahun ini -- setelah nota kesepahaman ketenagakerjaan Taiwan-India ditandatangani pada Februari 2024 dan kemudian disetujui legislator.

Namun, rencana ini mendapat respons masyarakat yang secara luas bernada sumbang hingga menghadapi petisi penolakan publik, sebagian besar mengutip kekhawatiran akan keamanan sosial. Menyusul itu, partai-partai politik juga saling melayangkan argumentasi.

Hung pun hari Senin mengajukan syarat penentu kedatangan pekerja migran India, yakni kebutuhan pihak perusahaan dan apakah rencana implementasi dari pihak negara tersebut dapat memenuhi persyaratan dan standar pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan.

(Oleh Hung Su-chin dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.