New Taipei, 9 Apr. (CNA) Sebelas orang dinyatakan positif salmonella dalam dugaan wabah keracunan makanan massal yang terkait dengan jaringan toko bento Chin Liu Cuisine (清六食堂) di Distrik Xindian, New Taipei, seiring meningkatnya jumlah orang yang mencari perawatan medis menjadi 143 pada Kamis (9/4).
Tes awal yang dilakukan RS Cardinal Tien dan RS Taipei Tzu Chi mengonfirmasi keberadaan patogen pada pasien yang dirawat di rumah sakit atau ditempatkan di bawah observasi.
Analisis lebih lanjut mengidentifikasi strain tersebut sebagai salmonella grup D, kata Departemen Kesehatan Kota New Taipei pada hari Kamis.
Yang Shu-chin (楊舒秦), kepala bagian Manajemen Makanan dan Obat departemen tersebut, mengatakan kasus ini telah dirujuk ke kejaksaan berdasarkan Undang-Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan, dengan alasan adanya klaster infeksi dan patogen yang konsisten terdeteksi pada pasien.
Ia mengatakan hasil tes tambahan dari sampel makanan, lingkungan, dan pasien akan diserahkan seiring berjalannya penyelidikan.
● Toko bento di Xindian ditutup di tengah dugaan keracunan makanan
Pihak berwenang mengatakan 106 kasus terkait dengan cabang dekat Kantor Distrik Xindian, sementara 37 kasus dilacak ke cabang Zhongxing.
Ketiga gerai, termasuk cabang Minquan, telah diperintahkan tutup sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Pasien melaporkan gejala termasuk sakit perut, diare, dan demam.
Hingga Kamis pagi, 18 orang masih dirawat di rumah sakit dan 12 dalam pengawasan, sementara sisanya telah dipulangkan, kata pejabat.
Sementara itu, Wali Kota Hou Yu-ih (侯友宜) hari Rabu (8/4) mengatakan petugas perlindungan konsumen telah dikerahkan untuk membantu para korban dalam menuntut kompensasi.
Pejabat perlindungan konsumen mengatakan belum ada klaim kompensasi yang diajukan hingga Kamis, namun mencatat bahwa bisnis tersebut memiliki asuransi tanggung jawab produk yang diperkirakan dapat menanggung biaya pengobatan.
Pertemuan antara pihak berwenang, operator, dan perusahaan asuransi dijadwalkan pada Kamis dan pekan depan untuk membahas kompensasi, dengan bantuan hukum yang tersedia bagi konsumen yang terdampak, tambah pejabat perlindungan konsumen.
(Oleh Sunrise Huang, Evelyn Kao, Sunrise Huang, Evelyn Kao, Miralux, dan Jennifer Aurelia)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/JC