Taipei, 6 Apr. (CNA) Sejumlah imigran baru mempelajari perjalanan sejarah demokrasi Taiwan dengan mengunjungi National 228 Memorial Museum dan pameran di Chiang Kai-shek Memorial Hall, dalam kegiatan yang digelar Partai Progresif Demokratik (DPP) baru-baru ini.
Departemen Imigran Baru DPP baru-baru ini mengadakan kunjungan, di mana melalui tur langsung di sejumlah lokasi dan penjelasan pemandu, kegiatan ini membawa imigran baru memahami konteks sejarah dan titik-titik penting dalam perkembangan demokrasi Taiwan, kata partai tersebut.
Dalam kegiatan ini, para imigran baru mempelajari latar belakang sejarah Insiden 228 serta dampaknya terhadap masyarakat Taiwan melalui arsip dan materi pameran di museum, kata DPP.
Salah satu imigran baru asal Indonesia berbagi bahwa di tanah airnya juga pernah terjadi peristiwa penindasan bersenjata yang serupa, sehingga ia dapat merasakan empati terhadap pengalaman sejarah Taiwan, dan sangat mengagumi perjalanan negara tersebut menuju demokrasi.
Saat mengunjungi pameran khusus "Flowers of Freedom", imigran baru semakin memahami pembatasan terhadap kebebasan berpendapat dan budaya pada masa darurat militer di Taiwan, menurut DPP.
Misalnya, lagu populer "Sio Bah-chàng" (燒肉粽) pernah dilarang karena lirik "meratapi nasib yang buruk" dianggap terlalu melankolis, mencerminkan kesulitan hidup masyarakat, dan dikhawatirkan dapat memengaruhi moral sosial serta citra pemerintah, kata DPP.
Menurut DPP, banyak imigran baru yang merasa sangat tidak terbayangkan dengan ketatnya sensor budaya pada masa itu, dan menjadi lebih menyadari bahwa kebebasan berekspresi diperoleh dengan tidak mudah.
Direktur Departemen Imigran Baru DPP, Chang Yu-ting (張瑜庭) menyatakan bahwa pihaknya berharap melalui kunjungan ini, imigran baru dapat lebih dekat memahami perjalanan perkembangan demokrasi Taiwan.
Ia menekankan bahwa kebebasan dan demokrasi dalam masyarakat Taiwan perlu dijaga bersama, sebagai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tugas bersama semua yang hidup di tanah ini, kata Chang.
Ke depannya, kata Chang, departemennya juga akan terus merancang berbagai kegiatan multikultural dan partisipasi publik untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan imigran baru dalam masyarakat, membantu mereka semakin terintegrasi, serta bersama-sama berpartisipasi dalam perkembangan demokrasi.
(Oleh Yeh Su-ping dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF