Otoritas Taiwan tegaskan santunan kematian keluarga pekerja asing formal bukan beban finansial

30/03/2026 14:30(Diperbaharui 30/03/2026 14:32)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 30 Mar. (CNA) Biro Asuransi Tenaga Kerja (BLI) Taiwan pada Jumat (27/3) menyatakan klaim santunan kematian anggota keluarga oleh pekerja asing tidak menyebabkan masalah keuangan, menanggapi opini bahwa kesamaan syarat klaim asuransi tenaga kerja antara tenaga kerja asing dan lokal menimbulkan risiko struktural.

Sebelumnya, profesor di I-Shou University sekaligus Ketua International Association of Family and Employers with Disabilities (IAFED) Chang Heng-yen (張姮燕) sempat menulis opini di media Liberty Times dengan judul "Jangan Biarkan Dana Pensiun Asuransi Tenaga Kerja Menjadi 'ATM Subsidi Lintas Batas'". 

Chang berpendapat bahwa asuransi tenaga kerja adalah asuransi sosial yang bersifat bantuan antargenerasi, tetapi kini terhubung langsung dengan tenaga kerja migran yang memiliki mobilitas lintas batas tinggi, sehingga menciptakan risiko struktural bagi pendanaan di Taiwan.

Opini Chang menyoroti bahwa berdasarkan statistik dari 2018 hingga Juni 2025, pekerja asing telah mengajukan 61.000 klaim kematian anggota keluarga dengan nilai total NT$ 5,11 miliar (Rp2,71 triliun). 

Jumlah ini mencakup hampir 75 persen dari total klaim yang diajukan kelompok pekerja asing, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan proporsi klaim serupa pada pekerja lokal yang hanya sekitar 49 persen, kata Chang.

Menanggapi hal tersebut, BLI di bawah Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa asuransi tenaga kerja adalah asuransi sosial yang aturannya berlaku sama bagi warga Taiwan maupun pekerja asing.

Berdasarkan prinsip kesetaraan hak dan kewajiban asuransi sosial serta prinsip "perlakuan nasional" dalam konvensi internasional, setiap peserta yang membayar premi berhak mengajukan klaim saat terjadi risiko yang diasuransikan (seperti kematian anggota keluarga) guna menjamin keamanan ekonomi mereka, kata BLI.

BLI juga menjelaskan bahwa asuransi tenaga kerja mencakup tunjangan melahirkan, sakit atau cedera, disabilitas, kematian, dan hari tua, sementara asuransi kecelakaan kerja mencakup tunjangan medis, sakit atau cedera, disabilitas, kematian, dan tunjangan orang hilang.

Keduanya merupakan jenis asuransi komprehensif, kata BLI. Adapun santunan kematian keluarga hanyalah salah satu bagian dari kategori tunjangan kematian dalam asuransi tenaga kerja tersebut, kata biro itu.

Statistik BLI menunjukkan bahwa pada 2025, total premi asuransi tenaga kerja yang dibayarkan pekerja asing mencapai sekitar NT$ 5,78 miliar, sementara total klaim yang mereka terima (termasuk hari tua, sakit, dan lainnya) hanya sekitar NT$ 2,29 miliar.

Secara khusus, dari 2018 hingga 2025, klaim kematian anggota keluarga oleh pekerja asing hanya menyumbang 0,15 persen dari total pengeluaran santunan asuransi tenaga kerja nasional, tambah biro tersebut.

Dengan angka sekecil itu, BLI menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap krisis finansial asuransi tenaga kerja.

(Oleh Wu Hsin-yun dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.