Taipei, 29 Mar. (CNA) Pengeluaran Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) Taiwan untuk pengobatan kanker meningkat menjadi rekor NT$156,7 miliar (Rp83,05 triliun) pada 2025, naik NT$26,5 miliar dari 2020, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 5 persen, menurut data NHI.
Jumlah pasien yang mencari pengobatan kanker meningkat menjadi 970.104 pada 2025, mencerminkan peningkatan tahunan rata-rata sebesar 5 persen selama lima tahun terakhir, menurut data yang baru-baru ini dirilis Direktorat Jenderal Asuransi Kesehatan Nasional (NHIA).
Kanker payudara menyumbang jumlah kasus terbanyak yaitu 198.878, diikuti kanker kolorektal dan anus (120.624), kanker paru-paru, trakea, dan bronkus (111.620), serta kanker prostat (79.696), menurut data tersebut.
Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, biaya pengobatan kanker pankreas masuk dalam sepuluh besar, menurut data tersebut.
Huang Yu-wen (黃育文), direktur Divisi Tinjauan Medis dan Manfaat Farmasi NHIA, mengatakan pada Sabtu (28/3) bahwa kenaikan biaya ini terutama didorong populasi Taiwan yang menua dan program skrining kanker yang diperluas, mencerminkan peningkatan investasi kesehatan dan akses yang lebih baik terhadap perawatan.
Ia mengatakan bahwa kanker pankreas sering didiagnosis pada tahap akhir dan memiliki pilihan pengobatan yang lebih sedikit, yang mengakibatkan biaya lebih tinggi dan kemajuan yang lebih lambat dalam pengembangan obat. Penyakit ini telah diidentifikasi oleh NHIA sebagai memiliki kesenjangan pengobatan yang signifikan, tambahnya.
Secara keseluruhan, pemerintah telah meningkatkan pendanaannya untuk pencegahan dan pengobatan kanker, kata Huang. Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan telah meningkatkan anggaran skrining kanker sekitar NT$600 juta untuk memperluas deteksi dini, salah satu pilar utama pengendalian kanker, ujarnya.
Prioritas lain termasuk investasi dalam teknologi diagnostik canggih dan pengobatan baru untuk meningkatkan perawatan presisi, kata Huang.
NHIA akan terus memantau kualitas dan hasil pengobatan melalui sistem manajemen digital, dengan tujuan menurunkan angka kematian akibat kanker dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, katanya.
Ukuran hasil, seperti tingkat kelangsungan hidup lima tahun, mencerminkan hasil pengobatan dalam jangka waktu yang lebih panjang, yang berarti bahwa investasi baru-baru ini mungkin memerlukan waktu tiga hingga lima tahun untuk menunjukkan dampak yang terukur, menurut Huang.
Untuk kanker dengan siklus pengobatan yang lebih panjang, seperti kanker payudara, periode observasi dapat diperpanjang hingga 10 tahun, tambahnya.
Selesai/JC