Rempah Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan atas residu pestisida

25/03/2026 14:12(Diperbaharui 25/03/2026 14:12)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 25 Mar. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (24/3) mengumumkan satu kelompok ketumbar bubuk asal Indonesia telah ditahan di perbatasan karena ditemukan mengandung residu pestisida.

Uji sampel dari sekelompok produk berlabel "調味料(芫荽粉) (KOEPOE-KOEPOE KETUMBAR BUBUK)" menemukan residu fungisida fluksapiroksad sebesar 0,07 bagian per juta (ppm), menurut TFDA.

Standar Taiwan tidak mengizinkan zat itu terdeteksi pada tanaman rempah, yang berarti kandungannya harus lebih rendah dari batas kuantifikasi metode pengujian yaitu 0,03 ppm, kata TFDA.

Oleh karena itu, kata TFDA, 15 karton ketumbar bubuk itu, dengan bobot total 150 kilogram, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan.

Menurut TFDA, rempah bermerek KOEPOE-KOEPOE itu diimpor Wan Chuan Enterprise Co. dari PT. Gunacipta Multirasa, dan diterima untuk pemeriksaan pada 24 Februari.

Secara total, TFDA hari Selasa mengumumkan sepuluh produk impor yang ditahan di perbatasan Taiwan, termasuk dua dari Tiongkok serta masing-masing satu asal Vietnam, Korea Selatan, Argentina, Turki, Amerika Serikat, Jepang, Indonesia, dan Tailan.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.