Wanita Australia 'dijual saat bayi' sebut Taiwan tolak kewarganegaraan

20/03/2026 19:12(Diperbaharui 20/03/2026 19:12)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Vanessa Miles (kiri), 46 tahun, hadir dalam konferensi pers di Taipei pada hari Jumat, didampingi oleh anggota parlemen Kuomintang Wang Hung-wei (tengah). (Sumber Foto : CNA, 20 Maret 2026)
Vanessa Miles (kiri), 46 tahun, hadir dalam konferensi pers di Taipei pada hari Jumat, didampingi oleh anggota parlemen Kuomintang Wang Hung-wei (tengah). (Sumber Foto : CNA, 20 Maret 2026)

Taipei, 20 Mar. (CNA) Seorang wanita Australia yang mengaku memegang paspor dan akta kelahiran Republik Tiongkok (Taiwan) serta mengatakan bahwa dirinya dijual saat masih bayi, telah ditolak permohonan kewarganegaraannya oleh Kementerian Dalam Negeri (MOI), menurut seorang legislator Taiwan.

Dalam konferensi pers di Taipei pada hari Jumat (20/3), Legislator Kuomintang Wang Hung-wei (王鴻薇) mengatakan bahwa wanita tersebut, Vanessa Miles yang berusia 46 tahun, telah diberitahu oleh pejabat Taiwan di Australia bahwa ia dapat memperoleh kewarganegaraan meskipun orang tuanya tidak diketahui secara biologis.

Namun, MOI menolak permohonannya dengan alasan kurangnya bukti bahwa ia lahir di Taiwan, kata Wang, meskipun Miles telah menyerahkan akta kelahiran Taiwan dan paspor ROC yang memuat cap keluar yang dikeluarkan saat ia dibawa ke Australia pada usia 3 bulan.

Menurut Miles, pendaftaran rumah tangganya dibatalkan pada tahun 1983 -- tiga tahun setelah ia diadopsi -- setelah kakek kandungnya memberi tahu pihak berwenang bahwa kelahirannya yang terdaftar tidak pernah terjadi.

Miles mengatakan kakek kandungnya juga membatalkan adopsinya oleh keluarga Australia, yang diterima MOI tanpa verifikasi menyeluruh.

"Saya adalah korban, dijual ke negara lain sebagai bayi kecil tanpa bisa memilih. Sekarang pemerintah secara efektif telah menghapus keberadaan saya," kata Miles.

Pada hari Kamis, Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) berjanji akan membantu Miles "dengan empati," namun pemerintah masih memverifikasi akta kelahiran dan dokumen kewarganegaraan Miles untuk memastikan dokumen tersebut tidak dipalsukan.

Jika dokumen tersebut tidak dapat diverifikasi, Liu mengatakan akan "tidak sulit" bagi Miles untuk memulihkan kewarganegaraannya jika ia melakukan tes DNA yang mengonfirmasi hubungannya dengan orang tua kandungnya yang tidak diketahui.

(Oleh Wang Cheng-chung, Lin Ching-yin, Lee Chieh-yu, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.