Taipei, 15 Mar. (CNA) Taiwan Fund for Children and Families (TFCF) mengatakan mereka hari Minggu (15/3) memberikan penghargaan "anak dan remaja tangguh" ke 24 individu, termasuk seorang siswi generasi kedua imigran baru yang mendalami tinju hingga menonjol di seleksi atlet nasional.
Di antara para penerima penghargaan, terdapat 17 yang berasal dari keluarga orang tua tunggal dan empat yang dibesarkan kakek-nenek, bahkan ada yang diasuh wali tanpa hubungan darah, kata TFCF.
Latar belakang identitas mereka termasuk tiga dari masyarakat adat Taiwan, tiga generasi kedua imigran baru (dua dari Tiongkok dan satu asal Vietnam), serta tiga anak berkebutuhan khusus, kata lembaga tersebut.
Salah satu penerima, Chen Hsuan-tsai (陳玄采), telah kehilangan ayahnya karena sakit, dan dibesarkan ibu seorang imigran baru asal Tiongkok yang bertahun-tahun berjualan jambu di pasar untuk menghidupi keluarga.
Saat bersekolah di kelas olahraga sekolah menengah pertama, Chen mulai berlatih tinju dan menonjol di seleksi atlet nasional U-15 kelas 49 kilogram tahun 2025, di mana ia meraih juara pertama.
Chen mengatakan, ibunya ingin dia bisa melindungi diri sendiri, sehingga ia mulai berlatih tinju. Awalnya, ucapnya, koordinasinya kurang baik, sehingga ia harus berlatih lebih banyak.
Saat ini, kata Chen, ia berharap bisa berhasil terpilih sebagai atlet tinju nasional untuk National Middle School Athletic Games 2026 dan meraih juara di ajang tingkat nasional Taiwan tersebut.
Peraih lainnya, Chou Chien-jung (周茜蓉), berasal dari suku Atayal, dengan ayah yang mengalami cacat fisik akibat kecelakaan, tetapi selalu mendampinginya dalam latihan dan pertandingan untuk mendukung kariernya sebagai pemain basket.
Chou tampil gemilang, mewakili sekolahnya di sebuah kejuaraan U-16 di Amerika Selatan dan meraih juara, serta mencetak 32 poin dalam satu pertandingan di Chung-Cheng Cup Basketball Competition. Harapan terbesarnya, ucapnya, adalah menjadi atlet basket nasional.
TFCF mengatakan mereka saat ini mereka melayani lebih dari 100.000 anak dan remaja di seluruh Taiwan, di mana 63,39 persennya diasuh orang tua tunggal, 10,8 persen dibesarkan kakek-nenek, dan 14 persen dari keluarga imigran baru.
(Oleh Chang Hsiung-feng dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja