Taipei, 27 Feb. (CNA) Perempuan di Taiwan harus bekerja rata-rata 59 hari tambahan pada tahun 2025 untuk mendapatkan gaji tahunan yang sama dengan laki-laki, satu hari lebih banyak dibandingkan tahun 2024, menurut data yang dirilis Kamis (26/2) oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).
Kesenjangan upah gender di Taiwan tahun lalu tercatat sebesar 16,1 persen, yang berarti perempuan memperoleh 83,9 persen dari rata-rata upah per jam laki-laki, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Berdasarkan hasil awal survei upah yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik, perempuan memperoleh rata-rata upah per jam sebesar NT$340 (Rp182.670) tahun lalu, dibandingkan dengan NT$405 untuk laki-laki.
Kesenjangan upah ini berarti perempuan harus bekerja 59 hari lebih banyak daripada laki-laki untuk menyamai pendapatan tahunan, sehingga Hari Upah Setara di Taiwan jatuh pada 28 Februari tahun ini, atau hari ke-59 dalam kalender, kata kementerian.
Kesenjangan upah gender melebar sebesar 0,3 poin persentase dari tahun 2024 dan sebesar 0,5 poin persentase dibandingkan dengan tahun 2019, kata Jasmine Mei (梅家瑗), kepala Departemen Statistik kementerian, kepada CNA.
Salah satu sektor tersebut adalah manufaktur komponen elektronik, di mana laki-laki memperoleh rata-rata upah per jam sebesar NT$727 tahun lalu, dibandingkan dengan NT$417 untuk perempuan, sehingga menghasilkan kesenjangan upah gender sebesar 42,7 persen.
Menurut kementerian, kesenjangan ini telah melebar dalam beberapa tahun terakhir, kemungkinan karena distribusi gender di berbagai peran pekerjaan, dengan laki-laki lebih banyak menempati posisi penelitian dan teknik yang bergaji tinggi.
Jika sektor manufaktur komponen elektronik dikecualikan, kesenjangan upah gender di sektor industri dan jasa lainnya menyempit menjadi 11,3 persen, turun 0,3 poin persentase dari tahun sebelumnya dan 1,5 poin persentase dari tahun 2019, kata kementerian.
Sektor kesehatan juga mencatat kesenjangan upah gender yang relatif besar sebesar 43,1 persen tahun lalu, meskipun angkanya menurun dibandingkan dengan tahun 2024 dan 2019.
Kementerian mencatat bahwa kesenjangan upah gender di Taiwan dalam beberapa tahun terakhir tetap 13 hingga 16,5 poin persentase lebih rendah dibandingkan dengan yang dilaporkan di Jepang dan Korea Selatan.
Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat menggunakan data gaji tahunan median untuk pekerja penuh waktu, kesenjangan Taiwan sebesar 16,2 persen pada tahun 2024 juga lebih rendah dibandingkan dengan 17,3 persen yang dilaporkan di AS, kata kementerian.
Selesai/IF