Taipei, 25 Feb. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan (TFDA) Taiwan hari Selasa (24/2) melaporkan mereka telah menerima sembilan kasus baru dugaan efek samping terkait penggunaan suntik pelangsing atau suntik kurus golongan GLP-1 di sepanjang tahun ini.
Berdasarkan keterangan TFDA, saat ini Taiwan telah menyetujui tiga jenis komponen obat golongan agonis reseptor peptida-1 mirip glukagon (GLP-1) untuk tujuan "mengontrol berat badan", yaitu tirzepatida, semaglutida, dan liraglutida.
Namun, berdasarkan statistik yang dirilis TFDA, ditemukan 30 kasus laporan efek samping yang masuk ke sistem pelaporan nasional sejak 1 Januari 2023 hingga Selasa.
Dari semua laporan yang masuk, sembilan kasus terjadi antara 1 Januari hingga Selasa, yang mencakup hampir sepertiga dari total akumulasi laporan dalam tiga tahun terakhir, menurut TFDA.
TFDA merinci bahwa gejala yang muncul meliputi gangguan pencernaan, gangguan saraf (seperti epilepsi, pusing, kehilangan kesadaran, pingsan), depresi, gangguan makan, serta ketidaknyamanan pada area penyuntikan.
Beberapa jenis suntikan pelangsing dapat digunakan untuk remaja di atas 12 tahun berdasarkan evaluasi dokter, tetapi sebagian besar tetap dibatasi hanya untuk orang dewasa dan harus memenuhi kriteria tertentu seperti indeks massa tubuh (BMI), kata TFDA.
Ditjen tersebut mengingatkan masyarakat untuk berkonsultasi secara mendalam dengan dokter sebelum memulai penggunaan dan segera mencari bantuan medis jika muncul reaksi yang tidak biasa.
TFDA menyatakan mereka terus memantau dan melacak laporan terkait sesuai hukum yang berlaku dan mengimbau institusi medis dan masyarakat untuk segera melapor portal Sistem Pelaporan Efek Samping Obat Nasional jika mencurigai adanya reaksi merugikan dari penggunaan obat tersebut.
(Oleh Shen Pei-yao dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC