Perwakilan Filipina di Taiwan desak penindakan agensi nakal, dukung rencana pusat perekrutan langsung

17/02/2026 20:17(Diperbaharui 17/02/2026 20:17)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Perwakilan baru Filipina untuk Taiwan, Corazon Avecilla-Padiernos. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Perwakilan baru Filipina untuk Taiwan, Corazon Avecilla-Padiernos. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 17 Feb. (CNA) Perwakilan Filipina untuk Taiwan mengatakan bahwa otoritas di kedua pihak harus menindak tegas para agensi tidak bertanggung jawab yang membebankan biaya berlebihan kepada pekerja migran, dan menyambut baik rencana Taiwan untuk membuka pusat rekrutmen langsung luar negeri pertamanya di Manila sebagai cara untuk mendorong persaingan.

"Saya pikir beberapa agen membebankan biaya terlalu tinggi, sangat tinggi. Itu harus diubah, dan kita harus menyingkirkan agen-agen yang buruk," kata Corazon Avecilla-Padiernos, ketua dan perwakilan tetap dari Kantor Ekonomi dan Budaya Manila (MECO).

Sebagai kedutaan de facto Filipina di Taiwan karena tidak adanya hubungan diplomatik formal, salah satu peran utama MECO adalah melindungi hak-hak pekerja kasar Filipina di Taiwan, yang jumlahnya sekitar 173.000 orang per Desember tahun lalu, menurut statistik dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan.

Pembebanan biaya berlebihan

"Ketika saya mengatakan menyingkirkan, jika mereka benar-benar tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan, mereka harus dikeluarkan," kata Padiernos kepada CNA pada 10 Februari, dalam wawancara pertamanya dengan media Taiwan sejak menjabat pada akhir Oktober.

Berbicara di kantornya di Taipei, ia mengatakan pengawasan yang lemah tidak hanya terjadi di satu pihak saja, karena agensi tenaga kerja di Taiwan dan Filipina sama-sama terlibat dalam perekrutan dan "Berurusan satu sama lain."

Di bawah sistem berbasis agensi, banyak pekerja migran Filipina membayar biaya kepada perantara di kedua negara -- sebuah struktur yang menurut para advokat membuat mereka rentan terhadap pembebanan biaya berlebihan.

"Biaya bervariasi menurut negara dan agen, tetapi rata-rata sekitar NT$150.000 (Rp80,4 juta) hingga NT$200.000," kata Chen Hsiu-lien (陳秀蓮), ketua Taiwan International Workers' Association (TIWA), dalam sebuah wawancara terpisah pada hari Jumat.

Total tersebut -- termasuk biaya layanan bulanan yang dibebankan di Taiwan -- setara dengan sekitar empat hingga enam bulan gaji bagi banyak pekerja. Survei MOL pada pertengahan Januari menemukan pekerja migran di sektor bisnis memperoleh rata-rata NT$34.900 pada Juni 2025, sementara perawat sekitar NT$24.200.

Chen mengatakan banyak pekerja tidak mampu membayar uang muka di negara asal mereka -- terkadang disamarkan dengan label lain, bukan sebagai biaya agensi -- dan terpaksa menggadaikan aset atau mengambil pinjaman berbunga tinggi, sehingga mereka terbebani utang jangka panjang.

Menyebut biaya tersebut tidak masuk akal, Chen mengatakan biaya itu seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada pekerja. "Biaya-biaya itu tidak hanya terkait dengan pekerja. Mengapa pekerja yang harus membayar semuanya?"

Cara yang lebih baik

Padiernos mengatakan sebuah cara yang lebih baik diperlukan untuk mengatur agensi dan memastikan kontrak pekerja migran dipatuhi secara ketat.

Kontrak "Harus benar-benar didiskusikan dan dipahami oleh pekerja -- mereka harus tahu hak-hak mereka," ujarnya, seorang advokat hak-hak perempuan senior dan mantan presiden Zonta Club of Valle Verde, cabang Filipina dari kelompok hak-hak perempuan Zonta International.

Untuk membantu pekerja Filipina -- yang sebagian besar adalah perawat dan karyawan pabrik -- memahami hak-hak mereka, Padiernos mengatakan MECO mengunggah kuliah dan imbauan daring di halaman Facebook-nya, memperbarui konten seiring perubahan aturan dan situasi.

Untuk memantau agensi di Filipina, ia mendorong para pekerja untuk memberikan tanggapan, menyebutnya sebagai satu-satunya cara untuk melacak masalah. Tanpa keluhan, "Tidak ada yang bisa kami lakukan," katanya.

Mengenai komunikasi dengan otoritas Taiwan, Padiernos mengatakan ia telah menyampaikan kekhawatiran tentang pembebanan biaya berlebihan kepada MOL, yang menurutnya sudah mengetahui masalah tersebut dan sedang bergerak, tanpa merinci lebih lanjut.

"Terkadang tidak mudah benar-benar mengelolanya," ujarnya tentang sistem agensi lintas negara. "Setidaknya para agensi ini tahu bahwa mereka sedang diawasi."

Kedua pihak "Harus bertindak bersama dan proaktif ketimbang reaktif," tambahnya.

Utusan baru Filipina untuk Taiwan, Corazon Avecilla-Padiernos. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Utusan baru Filipina untuk Taiwan, Corazon Avecilla-Padiernos. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Pusat perekrutan baru

Pusat perekrutan lintas negara yang telah direncanakan -- yang menurut MOL akan menjadi fasilitas pertama di luar Taiwan -- dijadwalkan mulai beroperasi di Manila pada kuartal pertama 2026. Pusat ini bertujuan untuk memungkinkan lebih banyak perekrutan langsung pekerja Filipina melalui saluran yang terhubung dengan pemerintah, tanpa harus melalui agensi.

Kementerian telah mengatakan bahwa pusat ini akan memungkinkan Taiwan bekerja langsung dengan otoritas asing, mengurangi ketergantungan pekerja pada agensi. Pada prinsipnya, pemberi kerja akan menanggung biaya tiket pesawat, pemeriksaan kesehatan, dan visa.

Padiernos menyebut inisiatif ini cukup baik, dengan mengatakan bahwa ini bisa menjadi pesaing sah bagi sistem berbasis agensi dan menekan perantara untuk mematuhi peraturan.

"Sekarang para agensi harus lebih waspada dan menjadi lebih baik," ujarnya.

Ketika pusat ini dibuka, "Kami ingin memastikan bahwa kontrak dipatuhi dan bahwa kontrak tersebut dirumuskan dengan baik," kata Padiernos. "Itu adalah hal-hal yang kami perhatikan pertama kali."

Mengenai kemungkinan pusat tambahan, ia mengatakan fasilitas di Manila adalah program percontohan, tetapi menambahkan bahwa, "Jika ini benar-benar akan membantu Filipina dan Taiwan, kenapa tidak?"

Padiernos juga mengatakan ia akan menyambut perubahan yang lebih luas menuju perekrutan langsung jika benar-benar mengurangi beban keuangan pekerja Filipina dan meningkatkan kepatuhan, termasuk penegakan kontrak yang tepat.

Setiap negara yang masuk akal akan mengadopsi model ini jika terbukti bermanfaat bagi kedua pihak, ucapnya. "Aneh jika tidak, bukan?"

Pendapat beragam dari LSM

Namun, para advokat mencatat bahwa sistem berbasis agensi tetap menarik bagi pemberi kerja karena sederhana dan sebagian besar bebas biaya bagi mereka, sehingga mereka tidak memiliki insentif untuk menggunakan saluran yang dijalankan pemerintah -- terutama jika model baru mengharuskan majikan menanggung biaya yang biasanya dibebankan kepada pekerja.

Lennon Wang (汪英達), direktur Departemen Kebijakan Pekerja Migran Serve the People Association, mengatakan kepada CNA bahwa masih terlalu dini untuk menilai model perekrutan langsung luar negeri, karena detail operasinya masih belum jelas.

Mengacu pada mekanisme perekrutan langsung yang sudah ada di Taiwan -- yang memungkinkan pemberi kerja langsung merekrut pekerja migran yang sudah berada di Taiwan dan mendekati akhir kontrak mereka -- Wang mengatakan hasilnya terbatas, dan ia tidak optimis versi luar negeri akan lebih baik.

Ia menambahkan bahwa beberapa agensi menawarkan komisi kepada pemberi kerja -- terutama yang mempekerjakan banyak pekerja migran -- yang didanai dari biaya yang dikumpulkan dari pekerja, sehingga perekrutan langsung menjadi kurang menarik.

Sebaliknya, Chen dari TIWA mengatakan ia menyambut baik pusat baru tersebut, dengan alasan bahwa keberadaannya saja dapat menunjukkan bahwa otoritas Taiwan mampu menangani perekrutan secara langsung.

Jika program percontohan ini terbukti dapat dijalankan, ujarnya, Taiwan dapat memperluas pusat serupa ke negara sumber lain dan "Secara bertahap bergerak menuju penghapusan agensi tenaga kerja swasta."

(Oleh Sunny Lai dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.