Taipei, 13 Feb. (CNA) Taiwan Railway Corp. (TRC) mengatakan pada hari Selasa (10/2) bahwa mereka telah mengusulkan rencana peningkatan keselamatan rel yang komprehensif untuk Taiwan bagian timur, dengan tujuan mengurangi risiko longsor dan jatuhan batu pada tahun 2031 setelah gempa Hualien 2024.
Rencana tersebut mencakup jalur kereta api di pesisir timur negara yang berbukit-bukit serta jalur South Link yang menghubungkan Kabupaten Taitung dan Pingtung, dengan anggaran yang diusulkan sebesar NT$7,799 miliar (Rp4,10 triliun), kata Presiden TRC Feng Hui-sheng (馮輝昇) dalam konferensi pers.
Proyek ini menargetkan bagian-bagian berisiko tinggi antara Heping dan Chongde di sepanjang koridor Jalan Raya Suhua dan jalur kereta api di sekitarnya, dengan pekerjaan yang mencakup stabilisasi lereng, pembangunan pelindung batu, dan pelebaran gorong-gorong, kata Feng.
Jalur kereta api di wilayah timur sering kali berada pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan jalan raya paralel, sehingga lebih rentan terhadap aliran material longsor selama gempa bumi dan hujan deras, menurut pejabat transportasi.
Mereka menambahkan bahwa ketidakstabilan lereng semakin memburuk sejak gempa Hualien yang melonggarkan tanah di sepanjang koridor tersebut.
Feng mengatakan peningkatan keselamatan dilakukan secara bertahap. Langkah-langkah jangka pendek - termasuk sistem pemantauan otomatis, pencegahan bencana gabungan rel-jalan, pengukur ketinggian air, peralatan deteksi aliran material longsor, dan pengerukan - telah diselesaikan tahun lalu.
Feng mengatakan rencana tersebut telah lolos tinjauan oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi serta Dewan Pengembangan Nasional, dan sedang menunggu persetujuan dari Yuan Eksekutif. Konstruksi diharapkan dimulai tahun ini dan selesai pada tahun 2031.
Tujuannya adalah agar batu dan aliran material longsor dapat melewati rel kereta api dengan aman di atas atau di bawah jalur, sehingga mencegah gangguan layanan kereta api, kata Feng, seraya menambahkan bahwa pekerjaan rel akan dikoordinasikan dengan proyek peningkatan jalan.
Mengenai kemungkinan pengalihan jalur Northern Link, yang diangkat oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi pada tahun 2024, Feng mengatakan studi masih berlangsung namun hal tersebut bukan prioritas paling mendesak saat ini.
Selesai/IF