Taipei, 13 Feb. (CNA) Populasi Taiwan menurun untuk bulan ke-25 berturut-turut pada bulan Januari, dengan jumlah kelahiran hidup turun sebanyak 304 dari Desember 2025, menurut data yang dirilis Selasa (10/2) oleh Kementerian Dalam Negeri (MOI).
Per akhir Januari, total populasi Taiwan berjumlah 23.289.045, turun 10.087 dari Desember 2025, menurut data tersebut.
Sebanyak 8.723 bayi lahir pada bulan Januari, 304 lebih sedikit dibandingkan Desember dan 772 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Itu berarti kira-kira satu kelahiran setiap 5,1 menit dan angka kelahiran kasar tahunan sebesar 4,41 per 1.000 orang, menurut data MOI.
Jumlah kematian mencapai 17.529 untuk bulan tersebut, atau sekitar satu setiap 2,5 menit, naik 79 dari Desember dan 2.511 lebih banyak dibandingkan Januari 2024. Angka kematian kasar adalah 8,86 per 1.000 orang, menurut data tersebut.
Penurunan populasi alami, selisih antara kelahiran dan kematian, adalah 8.806 pada bulan Januari, menurut data MOI.
Selain itu, negara ini mencatat penurunan migrasi bersih sebanyak 1.281 orang pada bulan Januari, dengan 71.042 orang berimigrasi dan 72.323 orang beremigrasi, menurut data tersebut.
Data demografi menunjukkan bahwa penduduk berusia 0 hingga 14 tahun menyumbang 11,49 persen dari populasi (2.675.210), sementara mereka yang berusia 15 hingga 64 tahun membentuk 68,36 persen (15.921.351).
Data MOI juga menunjukkan bahwa populasi berusia 65 tahun ke atas berjumlah 4.692.484, atau 20,15 persen dari populasi, memenuhi definisi "masyarakat super-tua" menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana penduduk berusia 65 tahun ke atas menyumbang lebih dari 20 persen dari populasi.
Di antara pemerintah daerah, Kota Taipei memiliki persentase penduduk berusia 65 tahun ke atas tertinggi yaitu 24,26 persen, sementara Kabupaten Hsinchu terendah yaitu 15,15 persen.
Selesai/IF