Taichung, 6 Feb. (CNA) Pemerintah Kota Taichung pada Kamis (5/2) mengatakan telah memerintahkan sebuah restoran Jepang di Distrik Barat Taichung untuk menghentikan operasionalnya setelah beberapa orang mengalami gejala seperti diare dan demam akibat dugaan keracunan makanan.
Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengatakan tujuh orang makan di restoran itu, tiga di antaranya kemudian melaporkan ketidaknyamanan. Petugas inspeksi mengunjungi lokasi pada Selasa (3/2) setelah menerima laporan dari masyarakat dan mengumpulkan sampel makanan serta lingkungan untuk pengujian, dengan hasil yang diharapkan keluar dalam waktu sekitar dua pekan.
Kasus ini terungkap dari seorang netizen yang memposting di media sosial tentang mencari perawatan medis setelah makan di sebuah restoran sukiyaki di distrik tersebut sekitar pukul 8 malam pada Minggu.
Kantor tersebut juga mengatakan bahwa petugas inspeksi menemukan beberapa pelanggaran, termasuk barang-barang pribadi yang tidak disimpan dengan benar, kurangnya pengendalian hama dan catatan sanitasi, informasi yang tidak lengkap tentang kontraktor limbah makanan, serta pengelolaan bahan tambahan makanan yang tidak tepat.
Restoran tersebut telah diperintahkan untuk melakukan perbaikan sebelum batas waktu yang ditetapkan, dan operasional telah dihentikan efektif mulai hari Kamis untuk mencegah risiko keamanan pangan lebih lanjut, tambahnya.
Menurut kantor tersebut, jika bakteri patogen terdeteksi, operator dapat dikenai denda mulai dari NT$60.000 (Rp31,9 juta) hingga NT$200 juta berdasarkan Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan, dan jika patogen yang sama ditemukan baik pada sampel manusia maupun makanan, kasus ini akan dirujuk ke otoritas kehakiman untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, restoran tersebut memposting pemberitahuan di Facebook yang meminta maaf kepada pelanggan yang jatuh sakit setelah makan, berjanji untuk menanggung semua biaya pengobatan dan kerugian lainnya, serta bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan pihak berwenang.
Selesai/ja