Taipei, 5 Feb. (CNA) Seorang anak buah kapal (ABK) migran Indonesia telah dievakuasi ke Kaohsiung setelah mengalami benturan di atas kapal perikanan yang sedang ia awaki di laut lepas, akibat kondisi perairan yang buruk, kata Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) hari Kamis (5/2).
Armada Sektor Selatan CGA dalam sebuah rilis pers mengatakan bahwa ABK tersebut mengalami cedera lutut kanan hingga tidak dapat bergerak dan memicu kondisi darurat, saat bekerja di kapal perikanan yang sedang beroperasi di perairan sekitar 97 mil laut di tenggara Tanjung Eluanbi, titik paling selatan Taiwan.
Setelah menerima laporan, kata armada tersebut, mereka pada Selasa (3/2) dini hari mengerahkan Kapal Yunlin berbobot 4.000 ton yang sedang melaksanakan tugas patroli di perairan tenggara.
Pada sekitar pukul 5 sore di hari yang sama, Kapal Yunlin bertemu dengan kapal perikanan yang terdaftar di Donggang, Kabupaten Pingtung itu di perairan sekitar 125 mil laut di tenggara Tanjung Eluanbi, kata armada tersebut.
Lokasi kejadian dipengaruhi angin musim timur laut yang sangat kuat, membuat kondisi laut buruk dengan embusan angin mencapai level 10 skala Beaufort dan tinggi gelombang sekitar 6 hingga 7 meter, menurut armada tersebut.
Karena angin dan gelombang terlalu besar sehingga tidak memungkinkan pemindahan segera, Kapal Yunlin terlebih dahulu berjaga di sisi kapal perikanan itu. Evakuasi segera dilakukan pada sekitar pukul 9 pagi Rabu, ketika kondisi laut sedikit mereda, kata armada tersebut.
Namun, karena korban menahan nyeri hebat akibat cederanya dan tidak mampu naik ke tandu sendiri, Kapal Yunlin mengerahkan dua personel yang memiliki lisensi penolong medis darurat untuk melompat ke kapal perikanan tersebut dan bersama-sama mengevakuasinya beserta satu orang pendamping, kata armada itu.
Kepada CNA, personel Armada Sektor Selatan menyampaikan bahwa setelah korban dibawa ke ruang medis Kapal Yunlin, dokter memastikan tanda-tanda vitalnya stabil, dan pemeriksaan menunjukkan adanya rotasi internal pada sendi panggul kanan yang disertai pemendekan paha, serta gerakan sendi yang terbatas.
Penilaian awal menunjukkan korban mengalami dislokasi sendi panggul kanan. Selanjutnya, melalui pemeriksaan ultrasonografi, secara awal dapat dikesampingkan adanya kondisi darurat, kata personel tersebut.
Armada Sektor Selatan menambahkan bahwa di atas kapal dilakukan terapi suportif, pemberian pereda nyeri yang sesuai, mempertahankan posisi pasien yang nyaman, serta pemberian rekomendasi untuk dirujuk ke fasilitas medis lanjutan.
Kapal Yunlin berlayar menuju Pelabuhan Kaohsiung dengan kelajuan aman maksimum dan tiba dengan sekitar pukul 3.30 sore hari Rabu (4/2). Korban kemudian dibawa kapten kapal bersama keluarga untuk mendapatkan perawatan medis di Donggang, kata armada tersebut.
(Oleh Chang Yi-lien dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF