Taipei, 5 Feb. (CNA) Sebuah restoran Thailand yang memadukan konsep ruang ramah kucing berdiri di Kabupaten Changhua, menghadirkan cita rasa khas Negeri Gajah Putih ke meja makan masyarakat Taiwan, dibawakan langsung oleh seorang imigran baru yang telah menempuh perjalanan wirausaha selama 12 tahun.
Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) dalam sebuah rilis pers hari Kamis (5/2) menceritakan bahwa imigran baru tersebut, yang di Taiwan dikenal dengan nama Pei Ying (佩英), bertemu dan menjalin hubungan dengan suaminya yang bekerja di Thailand 20 tahun lalu. Setelah menikah, mereka memilih menetap di Taiwan.
Pei Ying memulai usahanya dari bisnis minuman. Karena kerinduan akan masakan kampung halaman, serta keinginannya agar pelanggan dapat menikmati hidangan Thailand dengan harga terjangkau dan suasana santai, ia kemudian menambahkan sentuhan kreativitas dan memperkaya menu.
Selama 12 tahun menjalankan usaha, Pei Ying selalu berpegang pada prinsip memasak sehat tanpa bahan penyedap, mengolah bahan-bahan alami menjadi aneka hidangan yang menggugah selera. Demi meningkatkan keterampilan memasaknya, ia bahkan kembali ke kampung halaman untuk mempelajari esensi masakan Thailand yang autentik.
Dikelola lulusan jurusan bahasa Mandarin yang juga pernah bekerja sebagai penerjemah tersebut, setiap suapan hidangan khas Thailand di restoran bernama "Thai Tea Time" (泰之飲) ini mengandung kerinduan pada kampung halaman serta komitmen terhadap kualitas, menurut NIA.
Interior restoran dirancang dengan penuh kreativitas, memadukan nuansa Thailand yang kental dengan kehadiran kucing "manajer toko" yang bebas berkeliaran, menciptakan suasana makan yang hangat dan menenangkan, menurut NIA. Hal ini menarik banyak warga setempat maupun pecinta kucing untuk berkunjung.
"Meski waktu persiapan dan jam kerja panjang serta menuntut stamina besar, melihat pelanggan menghabiskan hidangan hingga tandas adalah motivasi terbesar saya," ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga membagikan pengalamannya untuk menyemangati para imigran baru yang ingin berwirausaha: "Hidup hanya sekali, jika ingin melakukan sesuatu, berusahalah mewujudkannya."
Kepala Kantor Layanan Kabupaten Changhua NIA, Chen Chun-hsuan (陳駿璿) menyatakan bahwa imigran baru tidak hanya berjuang demi keluarga, tetapi juga membawa inovasi serta keberagaman budaya bagi industri lokal.
Melalui kunjungan "mobil layanan keliling" -- yang kali ini mengunjungi Pei Ying -- Chen mengatakan pihaknya merasakan secara mendalam ketangguhan dan energi imigiran baru dalam berwirausaha di Taiwan.
Selesai/IF