Taipei, 4 Feb. (CNA) Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) hari Selasa (3/2) mengatakan hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat (AS) sangat penting bagi perkembangan masa depan Taiwan meskipun kedua pihak tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
Berbicara dalam sebuah acara peluncuran buku tentang Undang-Undang Hubungan Taiwan (TRA), yang diterbitkan Academia Historica, Lin mengatakan TRA dan Enam Jaminan adalah pedoman kebijakan utama AS yang mengatur pertukaran antara Washington dan Taipei setelah pemutusan hubungan pada 1979.
"Kami selalu mengatakan bahwa hubungan Taiwan-AS sangat kokoh, dan TRA serta Enam Jaminan adalah fondasi dari hubungan yang 'sangat kokoh' ini," kata Lin.
Baru pekan lalu, kedua negara menandatangani pernyataan bersama yang mendukung prinsip-prinsip Deklarasi Pax Silica pada penutupan Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi (EPPD) Taiwan-AS keenam yang diadakan di Virginia, kata Lin, merujuk pada inisiatif yang dipimpin AS yang bertujuan mengoordinasikan rantai pasok terpercaya untuk teknologi maju.
Memuji EPPD terbaru dan penandatanganan pernyataan bersama tersebut sebagai tonggak sejarah bagi hubungan bilateral, Lin mengatakan bahwa hubungan Taiwan dengan AS "Sangat terkait dengan kelangsungan hidup dan perkembangan masa depan Taiwan."
Hal ini karena AS adalah mitra terpenting Taiwan di bidang militer akibat meningkatnya tekanan dari Tiongkok, tambahnya.
Lin menyampaikan pidato tersebut saat menghadiri acara peluncuran buku di Taipei International Book Exhibition 2026 yang dimulai pada Selasa pagi.
TRA, yang disahkan menjadi undang-undang oleh mantan Presiden AS Jimmy Carter pada 10 April 1979, berjanji untuk menyediakan perlengkapan dan layanan pertahanan kepada Taiwan guna membantu mereka mempertahankan kemampuan pertahanannya sendiri.
Sementara itu, berdasarkan Enam Jaminan yang diberikan pemerintahan mantan Presiden AS Ronald Reagan pada 1982, AS setuju untuk tidak berkonsultasi dengan Beijing mengenai penjualan senjata ke Taiwan dan tidak mengambil posisi apa pun terkait kedaulatan atas Taiwan.
AS juga berjanji tidak akan pernah menekan Taiwan untuk bernegosiasi dengan Beijing.
Selesai/IF