Taipei/Beijing, 5 Febr. (CNA) Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) Taiwan hari Selasa (3/2) menuduh Kuomintang (KMT) mengabaikan meningkatnya permusuhan, setelah partai tersebut dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) bersama-sama menolak kemerdekaan Taiwan yang dalam sebuah forum di Beijing.
Forum yang bertema "Prospek Pertukaran dan Kerja Sama Lintas Selat" tersebut diadakan di China World Hotel, Beijing, dan banyak dipandang sebagai langkah awal menuju kemungkinan pertemuan antara Ketua KMT Cheng Li-wun (鄭麗文) dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping (習近平).
Dalam forum tersebut, Song Tao (宋濤), direktur Kantor Urusan Taiwan Tiongkok, mengatakan bahwa PKT dan KMT harus menentang kemerdekaan Taiwan untuk memastikan "Arah yang benar dalam hubungan lintas selat."
Ia menambahkan bahwa Beijing akan terus meluncurkan kebijakan untuk mempromosikan kerja sama ekonomi lintas selat sambil tidak menunjukkan toleransi terhadap kekuatan kemerdekaan Taiwan dan campur tangan eksternal.
Ia menyerukan kepada partai politik dan kelompok sipil Taiwan untuk "Berada di sisi yang benar dalam sejarah" dan menjaga perdamaian di Selat Taiwan dengan "Secara tegas menentang intervensi oleh kekuatan separatis kemerdekaan Taiwan dan kekuatan eksternal."
Menanggapi Song, Wakil Ketua KMT Hsiao Hsu-tsen (蕭旭岑) mengatakan kemerdekaan Taiwan harus ditolak, seraya menambahkan masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan adalah etnis Tionghoa dan harus bekerja sama untuk membangkitkan kembali bangsa Tionghoa.
Ia menambahkan KMT berharap forum ini dapat membantu mencari cara untuk menghidupkan kembali industri Taiwan, khususnya pariwisata dan kerja sama ekonomi lintas selat, serta membahas kekhawatiran bersama seperti perawatan medis untuk populasi lansia, perubahan iklim, pencegahan bencana, kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan pengurangan karbon.
Lee Hong-yuan (李鴻源), wakil ketua National Policy Foundation yang terafiliasi dengan KMT, kemudian mengatakan peserta forum dari kedua pihak sepakat pada "15 Rekomendasi Bersama", termasuk mempromosikan tur kelompok ke Taiwan dari provinsi Fujian dan Shanghai di Tiongkok, serta memperkuat pertukaran antara para pelaku bisnis, lembaga riset, dan kelompok industri lintas selat.
Namun di Taipei, Menteri MAC Chiu Chui-cheng (邱垂正) mengatakan partisipasi KMT mengabaikan apa yang ia sebut sebagai meningkatnya permusuhan dari Beijing.
Hal ini termasuk aktivitas pesawat militer dan angkatan laut, tekanan diplomatik dan ekonomi, serta upaya penindasan lintas batas yang menargetkan personel militer Taiwan, pejabat pemerintah, dan warga sipil, yang menurut Chiu merupakan penyebab utama memburuknya hubungan lintas selat.
"Mendengarkan pernyataannya [Song], rasanya lebih seperti kuliah daripada pertukaran pendapat," kata Chiu.
Selesai/JC