Taiwan sediakan tes Helicobacter pylori gratis untuk cegah kanker lambung

28/01/2026 18:49(Diperbaharui 28/01/2026 19:34)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Selebriti Tang Ling (唐玲) berbagi pengalaman pribadinya yang mengabaikan gejala maag dan infeksi H. pylori, di mana penundaan tersebut berujung pada kanker lambung yang sangat ia sesali. (Sumber Foto : CNA, 27 Januari 2026)
Selebriti Tang Ling (唐玲) berbagi pengalaman pribadinya yang mengabaikan gejala maag dan infeksi H. pylori, di mana penundaan tersebut berujung pada kanker lambung yang sangat ia sesali. (Sumber Foto : CNA, 27 Januari 2026)

Taipei, 28 Jan. (CNA) Pemerintah Taiwan mulai tahun ini menyediakan pemeriksaan gratis bakteri Helicobacter pylori bagi warga berusia 45–74 tahun, menyusul data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) yang menunjukkan lebih dari 80 persen kasus kanker lambung berkaitan dengan infeksi bakteri tersebut.

Kanker lambung masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker di Taiwan, menempati peringkat ketujuh berdasarkan angka kematian dan peringkat kesembilan berdasarkan jumlah kasus baru, menurut data statistik penyebab kematian dan registrasi kanker yang dirilis MOHW. Data tersebut mencatat, setiap tahun lebih dari 4.000 orang di Taiwan didiagnosis kanker lambung, dengan lebih dari 2.000 kematian.

Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan (HPA) di bawah MOHW menyatakan sekitar 80–90 persen kanker lambung disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, bakteri yang telah diklasifikasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai karsinogen kelompok 1. Karena itu, sejak 1 Januari tahun ini pemerintah menyediakan pemeriksaan antigen feses H. pylori gratis seumur hidup satu kali bagi masyarakat berusia 45 hingga 74 tahun, yang dapat dilakukan bersamaan dengan skrining kanker kolorektal.

Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chuang Jen-hsiang (莊人祥), mengatakan kebijakan tersebut didorong oleh tingginya beban penyakit kanker lambung serta efektivitas deteksi dini.

Dalam konferensi pers peluncuran program nasional tersebut, Chuang juga membagikan pengalaman pribadinya, dengan menyebut bahwa dirinya pernah terdeteksi terinfeksi H. pylori dan mengalami tukak lambung pada 2014, namun kurang menaruh perhatian pada kondisi tersebut meski telah menjalani terapi antibiotik.

“Sekitar tujuh tahun kemudian saya baru mengetahui menderita kanker lambung,” ujar Chuang, seraya mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat usia untuk tidak menunda pemeriksaan dan segera menjalani pengobatan apabila hasil tes menunjukkan positif.

Chuang menambahkan, pasien dengan hasil positif perlu mengikuti pengobatan eradikasi sesuai anjuran dokter serta menjalani pemantauan lanjutan. Ia juga mendorong anggota keluarga yang tinggal serumah untuk ikut menjalani pemeriksaan guna mencegah penularan berulang di dalam rumah tangga.

Aktris Taiwan Tang Ling (唐玲) dalam kesempatan yang sama mengungkapkan pengalamannya sebagai penyintas kanker lambung. Ia mengatakan pernah didiagnosis tukak lambung dan infeksi H. pylori lebih dari 20 tahun lalu, namun tidak menyelesaikan pengobatan antibiotik karena kesibukan kerja dan ketakutan menjalani pemeriksaan gastroskopi. “Saya terus menunda pemeriksaan sampai akhirnya berkembang menjadi kanker lambung,” katanya.

Dokter dari The Gastroenterological Society of Taiwan, Li Yi-chia (李宜家), menjelaskan bahwa H. pylori terutama menular melalui jalur oral, termasuk melalui makan bersama atau penggunaan alat makan yang sama. Menurut Li, penularan sangat mudah terjadi di dalam keluarga, dengan tingkat prevalensi infeksi pada orang dewasa berusia di atas 20 tahun di Taiwan mencapai sekitar 30 persen.

Li menambahkan, infeksi H. pylori yang tidak ditangani dapat merusak lapisan lambung dan menyebabkan peradangan kronis. “Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu tukak lambung, perubahan pra-kanker, hingga berkembang menjadi kanker lambung, namun risikonya dapat ditekan secara signifikan dengan pengobatan,” ujarnya.

HPA menyatakan program pemeriksaan antigen feses H. pylori ini menjadi program skrining kanker nasional keenam di Taiwan. Lembaga tersebut menambahkan bahwa karena metode pengambilan sampel dan kelompok usia sasaran serupa dengan skrining kanker kolorektal, masyarakat yang memenuhi kriteria dapat menjalani kedua pemeriksaan sekaligus dalam satu kali proses, mulai dari pengambilan hingga pengembalian sampel.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Taiwan (NTU), Wu Ming-hsien (吳明賢), mengatakan Taiwan telah lama menjadi pelopor dalam pencegahan kanker lambung berbasis skrining H. pylori. Menurut Wu, program skrining menyeluruh yang dimulai pada 2004 di Kepulauan Matsu berhasil menurunkan kanker lambung dari penyebab kematian utama menjadi penyakit langka dalam kurun waktu 12 tahun.

Wu menambahkan, model skrining gabungan H. pylori dan kanker kolorektal yang kemudian diterapkan di Changhua diakui sebagai salah satu program skrining dua kanker paling efektif di dunia dan telah dipublikasikan di jurnal medis internasional. “Pedoman dan metode skrining ini dikembangkan sendiri oleh Taiwan, sehingga menjadi salah satu capaian penting di bidang kesehatan masyarakat,” ujarnya.

(Oleh Tseng Yi-ning dan Agoeng Sunarto)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.