CDC prediksi penurunan puncak flu, epidemi kembali naik setelah masuk sekolah

28/01/2026 18:31(Diperbaharui 28/01/2026 18:31)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (kiri). (Sumber Foto : CNA, 27 Januari 2026)
Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (kiri). (Sumber Foto : CNA, 27 Januari 2026)

Taipei, 28 Jan. (CNA) Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan pada hari Selasa (27/1) mengatakan telah merevisi turun perkiraan kunjungan medis pada puncak epidemi influenza musim ini dari 130.000 menjadi 120.000, karena peningkatan kasus domestik lebih lambat dari yang diperkirakan.

Lembaga tersebut akan terus memantau secara ketat apakah influenza B dapat memicu gelombang baru setelah sekolah dibuka kembali, dengan mencatat bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, strain ini sering lebih umum terjadi di musim semi, kata Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞).

Sebanyak 110.501 orang mencari perawatan medis untuk penyakit mirip influenza dari 18-24 Januari, meningkat 3,9 persen dibandingkan minggu sebelumnya, kata Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC Kuo Hung-wei (郭宏偉) dalam konferensi pers rutin.

Dari 20-26 Januari, dilaporkan 14 kasus baru komplikasi influenza berat dan lima kematian terkait, sehingga total untuk musim flu saat ini, yang dimulai pada Oktober 2025, menjadi 472 kasus berat dan 93 kematian, kata Kuo.

CDC awalnya memperkirakan Taiwan akan memasuki fase epidemi minggu ini, dan puncaknya akan bertepatan dengan liburan Tahun Baru Imlek.

Namun, Lo mengatakan jumlah orang yang mencari perawatan medis belum mencapai ambang batas untuk fase epidemi, meskipun sudah mendekati level tersebut. Apakah Taiwan akan secara resmi memasuki fase epidemi minggu ini, minggu depan, atau sekitar Tahun Baru Imlek masih harus dilihat, katanya.

Lo mencatat bahwa minggu lalu jumlah kunjungan medis terkait flu terendah untuk periode yang sama dalam empat tahun terakhir dan menandai masuknya fase epidemi paling lambat dalam rentang waktu yang sama. Ia mengaitkan tren ini dengan efek perlindungan dari vaksinasi flu dan kekebalan sisa di antara orang-orang yang terinfeksi dari September hingga November.

Dengan banyak orang yang diperkirakan akan bepergian ke luar negeri selama periode liburan, Lo memperingatkan bahwa meskipun kasus flu di Jepang dan Korea Selatan memuncak pada Desember 2025 dan saat ini menurun, infeksi norovirus melonjak di Korea Selatan. Ia menyarankan para wisatawan untuk memastikan bahwa air pegunungan, air tanah, kerang, dan makanan laut benar-benar dipanaskan sebelum dikonsumsi.

Terkait program vaksinasi yang didanai pemerintah, Wakil Direktur Jenderal CDC Lin Ming-cheng (林明誠) mengatakan bahwa 6,694 juta dosis vaksin flu telah diberikan, dengan sekitar 133.000 dosis tersisa. Sementara itu, 1,637 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan.

(Oleh Tseng Yi-ning, Wu Kuan-hsien, dan Miralux)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.