KDEI Taipei tinjau pabrik REPON di Yunlin, persiapan SP2T bebas biaya penempatan

21/01/2026 11:54(Diperbaharui 21/01/2026 11:54)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Arif Sulistiyo, kepala KDEI Taipei (5 dari kiri, belakang) dalam kunjungannya ke pabrik REPON Yunlin. (Sumber Foto : KDEI)
Arif Sulistiyo, kepala KDEI Taipei (5 dari kiri, belakang) dalam kunjungannya ke pabrik REPON Yunlin. (Sumber Foto : KDEI)

Taipei, 21 Jan. (CNA) Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, melakukan kunjungan kerja ke pabrik REPON di Yunlin untuk menjajaki rencana pelaksanaan pilot project penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Special Placement Program to Taiwan (SP2T) Versi 2, pada Kamis (15/1), tulis keterangan rilis pers KDEI.

Menurut keterangan dari situs Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui SP2T adalah merupakan terobosan baru dalam penempatan PMI melalui Direct Hiring Service Centre (DHSC) Taiwan. 

DHSC merupakan Badan Pelayanan milik Pemerintah Taiwan di bawah koordinasi Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan praktik jual beli job dari agensi yang membebani PMI. 

Keuntungan dari program SP2T adalah pembebasan biaya penempatan yang biasanya mencapai puluhan juta rupiah, sehingga PMI bisa berangkat dengan biaya minimal atau bahkan gratis. 

Kunjungan KDEI Taipei ke pabrik REPON merupakan upaya mendorong penempatan PMI yang lebih transparan, cepat, dan berorientasi pada pelindungan PMI melalui SP2T, tulis keterangan tersebut.

REPON merupakan salah satu perusahaan manufaktur di Taiwan, anggota Responsible Business Alliance (RBA) yang saat ini mempekerjakan sekitar 90 PMI. Perusahaan tersebut memproduksi sistem rel atau laci (drawer slides) untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dapur, perkantoran, furnitur rumah tangga, rak server, dan peralatan industri.

Pihak REPON menyampaikan bahwa kebutuhan pekerja dari Indonesia ke depan diproyeksikan terus meningkat. (Sumber Foto : KDEI Taipei).
Pihak REPON menyampaikan bahwa kebutuhan pekerja dari Indonesia ke depan diproyeksikan terus meningkat. (Sumber Foto : KDEI Taipei).

Dalam kunjungannya, Arif meninjau langsung kondisi pabrik dan berdialog dengan para PMI. Ia mengapresiasi standar perusahaan yang dinilai tinggi, mulai dari orientasi awal, mentoring, pelatihan berkelanjutan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mekanisme pelaporan termasuk kondisi darurat, hingga penyediaan medical check-up. Perusahaan juga mendukung kesejahteraan pekerja melalui sistem kerja shift, lembur, cuti, fasilitas musala, dukungan kegiatan keagamaan, serta kegiatan olahraga.

Pihak REPON menyampaikan bahwa kebutuhan pekerja dari Indonesia ke depan diproyeksikan terus meningkat, dengan rincian kebutuhan dan job order yang akan disampaikan kepada KDEI Taipei untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku, tulis rilis pers tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Arif menegaskan kesiapan Indonesia dalam menyiapkan kandidat CPMI dengan beragam latar belakang pendidikan dan keterampilan akan segera dipenuhi. 

“Jangan khawatir, di Indonesia skema SP2T telah berjalan dengan baik dan dimonitoring langsung oleh KP2MI sejak tahap awal hingga keberangkatan ke Taiwan,” ujar Arif.

“Perusahaan RBA mengutamakan PMI yang menguasai bahasa Inggris atau Mandarin. Kita mengharapkan PMI dapat menguasai bahasa tersebut,” ujarnya.

Saat dihubungi oleh CNA mengenai jadwal mulainya program SP2T tersebut, Arif mengatakan masih melakukan penjajakan dan pendataan perusahaan-perusahaan kategori Responsible Business Alliance (RBA) yang memerlukan pekerja dari Indonesia.

Setelah dilakukan pendataan, KDEI Taipei akan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja Taiwan. KDEI terus mencari terobosan dan mengupayakan skema penempatan PMI secara transparan, cepat, berpihak pada pekerja dan mengedepankan perlindungan bagi PMI.

“Bagi PMI di Taiwan yang sedang mencari pekerjaan, saya menghimbau agar melalui jalur resmi yakni pencarian lowongan kerja melalui bursa kerja setempat atau dapat juga melalui fasilitas bantuan agensinya,” pesan Arif menutup perbincangan. 

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.