Taipei, 30 Okt. (CNA) Jumlah centenarian atau orang berusia di atas 100 tahun di Taiwan mencapai rekor 5.749 per 29 Agustus, kata Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan hari Rabu (29/10) saat Taiwan merayakan Festival Double Ninth.
Festival tersebut, yang juga dikenal sebagai Festival Chongyang atau Hari Lansia, jatuh pada hari kesembilan bulan kesembilan dalam kalender lunar dan menghormati para lansia. Untuk memperingati kesempatan ini, pemerintah memberikan hadiah uang tunai dan liontin berbentuk kunci emas yang melambangkan umur panjang dan kesehatan yang baik kepada warga yang berusia 100 tahun ke atas.
Pengadaan liontin tahun ini berjumlah sekitar NT$76,99 juta (Rp41,6 miliar), naik dari hampir NT$60 juta tahun lalu, menurut kepala sementara Departemen Sosial dan Urusan Keluarga kementerian, Chou Tao-chun (周道君).
Chou mengatakan jumlah centenarian telah tumbuh secara stabil, dari 5.011 pada tahun 2023 menjadi 5.542 pada tahun 2024, sebelum meningkat lagi tahun ini sebanyak 738 orang, atau sekitar 15 persen.
Untuk kategori tertua, tahun lalu dipegang seorang perempuan berusia 119 tahun, sementara tahun ini rekor baru dipegang perempuan berusia 122 tahun. Pria tertua tercatat berusia 115 tahun.
Menurut Chou, perempuan tertua tersebut sebelumnya sempat tinggal di Hawaii dan kehilangan status kependudukan akibat pandemi COVID-19, namun kini telah kembali ke Taiwan.
Chou juga menegaskan bahwa pemerintah menyediakan berbagai layanan untuk mendukung lansia, termasuk layanan perawatan jangka panjang bagi mereka yang mengalami disabilitas serta program perhatian bagi lansia yang tinggal sendiri.
Beberapa centenarian masih aktif berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, dan Chou mendorong semua lansia untuk tetap bersosialisasi, berolahraga secara teratur, menjaga pola makan sehat, serta mematuhi panduan gizi dari Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan. "Dengan gaya hidup yang seimbang dan aktif, usia 100 tahun bukanlah mimpi," ujarnya.
Selesai/ja/JC