Taipei, 21 Mar. (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) berencana mengubah peraturan kerja yang akan memungkinkan mahasiswa asing, termasuk yang berketurunan Taiwan, yang lulus dari universitas di Taiwan untuk bekerja dalam enam jenis pekerjaan teknis tingkat menengah.
Revisi ini merupakan upaya antarinstitusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang semakin meningkat, kata MOL. Menurut perkiraan Dewan Pengembangan Nasional, pada 2030 industri Taiwan akan menghadapi kekurangan 400.000 pekerja.
Enam jenis pekerjaan tersebut adalah asisten perawat, pengemudi bus dan personel sistem manajemen keselamatan (SMS), petugas inventaris, pengemudi kendaraan kargo, serta asisten pengemudi kendaraan kargo, kata Chuang Kuo-liang (莊國良), wakil kepala kepala Divisi Manajemen Tenaga Kerja Lintas Batas Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) kepada CNA, Selasa (18/3).
Dalam rancangan amandemen, gaji bulanan minimum yang ditetapkan untuk mahasiswa asing yang lulus, termasuk keturunan Taiwan, yang bekerja sebagai asisten perawat adalah NT$34.000 (Rp17,001 juta); NT$39.000 untuk yang bekerja sebagai petugas inventaris; NT$43.000 untuk pengemudi atau asisten pengemudi kendaraan kargo; dan NT$50.000 untuk pengemudi bus serta personel SMS, kata Chuang.
Posisi tersebut akan tersedia untuk mahasiswa yang lulus dari Hong Kong dan Makau, tetapi tidak untuk yang dari Tiongkok, menurut kepala Divisi Manajemen Tenaga Kerja Su Yu-kuo (蘇裕國). Menurut hukum, perusahaan Taiwan harus mengajukan permohonan dan mendapatkan persetujuan dari otoritas yang berwenang jika mereka ingin mempekerjakan pekerja Tiongkok.
Amandemen akan dibuat untuk kualifikasi pekerjaan, persyaratan keterampilan, dan peraturan tentang perubahan majikan, Su berkata. Mereka akan memasuki periode tinjauan publik pada akhir bulan ini paling awal, untuk meminta masukan dari publik sebelum mereka berlaku, ujarnya.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan memperkirakan dibutuhkan 25.000 hingga 35.000 asisten perawat asing.
Sementara itu, Biro Jalan Raya berharap dapat merekrut 613 pengemudi bus antarkota, 30 personel SMS, serta 2.300 pengemudi kendaraan kargo dan asisten pengemudi setelah amandemen mulai berlaku.
Selesai/JC