Otoritas Taiwan: 1,31 juta sepeda motor belum miliki asuransi wajib

07/06/2026 10:08(Diperbaharui 07/06/2026 10:08)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 7 Jun. (CNA) Sekitar 1,31 juta pemilik sepeda motor di Taiwan belum memiliki asuransi tanggung jawab wajib kendaraan bermotor hingga akhir 2025, kata Komisi Pengawas Keuangan (FSC) pada Kamis (5/6), seraya mengingatkan bahwa pelanggar lalu lintas yang tidak memiliki asuransi dapat menerima dua surat tilang sekaligus.

Wakil Direktur Biro Asuransi FSC Chen Ching-yuan (陳清源) mengatakan data otoritas transportasi menunjukkan jumlah sepeda motor yang terdaftar di Taiwan telah mencapai 14,67 juta unit pada akhir 2025.

Namun, hanya sekitar 13,36 juta sepeda motor yang tercakup dalam asuransi tanggung jawab wajib kendaraan bermotor pada periode yang sama, sehingga masih terdapat sekitar 1,31 juta unit atau 9 persen yang belum diasuransikan, kata Chen.

Ia mengimbau para pemilik sepeda motor untuk segera membeli asuransi guna melindungi hak dan kepentingan mereka sendiri.

Chen mengatakan bahwa berdasarkan revisi Pasal 49 Undang-Undang Asuransi Tanggung Jawab Wajib Kendaraan Bermotor yang mulai berlaku pada akhir 2022, pemilik sepeda motor yang tidak memiliki asuransi wajib dapat dikenai denda tambahan apabila terdeteksi melakukan pelanggaran lalu lintas.

Menurut ketentuan tersebut, pelanggar dapat dikenai denda antara NT$1.500 (Rp859,647) hingga NT$3.000 selain sanksi atas pelanggaran lalu lintas yang dilakukan.

Sebagai contoh, Chen mengatakan seorang pengendara yang didenda NT$900 karena parkir sembarangan juga dikenai denda NT$1.500 karena tidak memiliki asuransi wajib, sehingga total denda yang harus dibayarkan mencapai NT$2.400.

Chen menambahkan bahwa berdasarkan Pasal 51-1 undang-undang tersebut, FSC dapat meminta otoritas pengawas jalan raya mencabut registrasi kendaraan apabila pemilik tidak memperbarui polis asuransi dalam waktu lebih dari enam bulan setelah masa berlaku asuransi berakhir.

Untuk meningkatkan tingkat kepesertaan asuransi dan memperkuat perlindungan bagi pengguna jalan, FSC telah meminta perusahaan asuransi mengirim pemberitahuan perpanjangan polis kepada pemilik kendaraan 30 hari sebelum masa berlaku asuransi berakhir.

Perusahaan asuransi juga diwajibkan mengirim sedikitnya dua pemberitahuan tambahan dalam 30 hari setelah polis berakhir apabila pemilik kendaraan belum memperbarui asuransinya, kata Chen.

Selain itu, FSC dan Direktorat Jenderal Jalan Raya Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) akan bersama-sama mengirimkan pemberitahuan tambahan kepada pemilik kendaraan yang masih belum memperbarui asuransi pada bulan kedua dan bulan kelima setelah polis berakhir.

Chen juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk segera memperbarui informasi alamat, nomor telepon seluler, atau alamat surat elektronik yang terdaftar pada perusahaan asuransi agar tidak melewatkan pemberitahuan perpanjangan polis yang dapat memengaruhi hak dan kepentingan mereka.

(Oleh Su Ssu-yun dan Agoeng Sunarto)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.