Taipei, 17 Mar. (CNA) Massa udara dingin kontinental yang menyelimuti Taiwan diperkirakan akan menyebabkan turunnya salju di pegunungan utara dan timur laut Taiwan pada ketinggian di atas 2.000 meter pada Senin (17/3), menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA).
Udara dingin yang disertai kelembapan ini tidak hanya membawa salju ke pegunungan utara dan timur laut, tetapi juga diperkirakan menyebabkan embun beku di puncak gunung dengan ketinggian di atas 3.000 meter di wilayah utara Taiwan, kata CWA.
CWA telah mengeluarkan peringatan "Oranye" gelombang dingin, menandakan cuaca "Sangat dingin" di Kota New Taipei dan Taoyuan serta Kabupaten Hsinchu, Miaoli, dan Yilan. Sementara itu, Kota Keelung, Taipei, dan Hsinchu berada dalam peringatan "Kuning," yang mengindikasikan kondisi "Dingin."
Hingga Senin pagi, suhu terendah di daerah non-pegunungan tercatat 9,4 derajat Celsius di Distrik Wugu, New Taipei, dan 9,8 derajat di Distrik Shiding, menurut CWA.
Suhu siang hari di wilayah utara dan timur laut Taiwan diperkirakan berkisar antara 12-14 derajat, dengan suhu malam turun hingga 11-12 derajat, ujar CWA. Wilayah lainnya akan mengalami suhu tertinggi 16-21 derajat dan terendah 13-15 derajat.
CWA juga memprediksi hujan ringan di wilayah timur dan selatan Taiwan serta di daerah pegunungan di bagian barat pada Senin.
Menurut meteorolog independen Wu Der-rong (吳德榮), efek dari massa udara dingin saat ini akan bertahan hingga Kamis, dengan suhu diperkirakan turun lebih lanjut akibat pendinginan radiasi—fenomena di mana suhu permukaan turun karena langit cerah, angin lemah, dan kondisi udara kering
Mulai Jumat, suhu akan naik lagi secara bertahap, dan pada Senin pekan depan, suhu tertinggi siang hari kemungkinan akan mencapai 30 derajat, katanya.
Sementara itu, kualitas udara di sebagian besar wilayah Taiwan terpantau baik hingga sedang, menurut Kementerian Lingkungan Hidup.
Namun, peringatan "Oranye" dikeluarkan untuk beberapa daerah di Kabupaten Yunlin, Chiayi, dan Pingtung serta Kota Tainan dan Kaohsiung di selatan, menandakan kualitas udara yang tidak sehat bagi kelompok sensitif seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit jantung dan pernapasan.
Selesai/JC