Taiwan alami musim dingin terdingin kedua sejak tahun 2000

25/02/2025 19:33(Diperbaharui 25/02/2025 19:33)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 25 Feb. (CNA) Taiwan diperkirakan mengalami musim dingin terdingin kedua sejak tahun 2000, dengan suhu rata-rata Desember hingga Februari mencapai 17,84 derajat Celsius, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) pada Selasa (25/2).

Direktur Pusat Prakiraan Cuaca CWA, Chen Yi-liang (陳怡良), menyampaikan dalam sebuah konferensi pers bahwa angka tersebut hanya sedikit lebih hangat dibandingkan musim dingin tahun 2011 yang mencatat rata-rata 17,58 derajat Celsius.

Ini juga 0,84 derajat lebih dingin dari suhu rata-rata Desember hingga Februari di Taiwan sebesar 18,68 derajat, katanya.

Data suhu ini dihitung berdasarkan rata-rata dari 11 stasiun cuaca dataran rendah di Taiwan, yaitu di Keelung, Taipei, Hsinchu, Taichung, Tainan, Hengchun, Dawu, Taitung, Chenggong, Hualien, dan Yilan.

Secara khusus di Taipei, terdapat 39 hari dengan suhu turun hingga 14 derajat Celsius atau lebih rendah, jumlah terbanyak dalam sembilan tahun terakhir, ujar Chen.

Sementara itu, Chen mengatakan Taiwan mengalami distribusi curah hujan yang "Tidak merata" selama periode tiga bulan tersebut, dengan tingkat curah hujan rata-rata hingga di atas rata-rata di selatan dan hujan lebih sedikit di utara.

Secara nasional, curah hujan rata-rata musim dingin mencapai 190,7 milimeter atau sekitar 70 persen dari rata-rata historis sebesar 260,6 mm. Jumlah hari hujan juga tergolong rendah, dengan rata-rata 25,5 hari, menjadikannya jumlah hari hujan terendah keempat sejak tahun 1951, menurut Chen.

Prakiraan Musim Semi

Melihat ke depan, CWA memprediksi bahwa suhu rata-rata dari Maret hingga Mei akan mendekati normal, dengan curah hujan berada pada tingkat rata-rata hingga sedikit di bawah rata-rata.

Chen menjelaskan bahwa seiring melemahnya pola cuaca La Niña di Samudra Pasifik, suhu selama musim semi diperkirakan akan kembali normal. Namun, ia memperingatkan bahwa Taiwan masih mungkin terdampak sistem cuaca yang membawa hawa dingin selama bulan Maret.

Untuk curah hujan, CWA memperkirakan bahwa Maret dan April akan mengalami curah hujan rendah hingga rata-rata. Sementara itu, kondisi cuaca pada bulan Mei, yang biasanya menandai awal musim hujan plum rain, masih belum dapat dipastikan.

Chen menambahkan bahwa musim semi umumnya merupakan musim kering di Taiwan.

Musim plum rain sendiri merupakan periode hujan berkepanjangan yang biasanya berlangsung dari akhir musim semi hingga awal musim panas.

(Oleh Chang Hsiung-feng, Matthew Mazzetta, dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.