Taipei, 1 Sep. (CNA) Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan pemerintah akan mengalokasikan NT$20 miliar (Rp11,22 triliun) per tahun mulai 2027 untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan serta mentransformasi bisnis mereka sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri Taiwan.
Lai menyampaikan hal tersebut saat menerima jajaran pengurus baru Chinese National Association of Industry and Commerce ke-27. Ia mengatakan pemerintah telah mengusulkan berbagai kebijakan, termasuk dana berskala NT$100 miliar, untuk mendukung transformasi dan peningkatan UMKM.
Ia mengatakan pemerintah juga tengah menyusun rancangan undang-undang mengenai transformasi dan peningkatan UMKM, dengan harapan dukungan terhadap sektor tersebut dapat dilembagakan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Lai mengatakan ekonomi Taiwan tumbuh 14,15 persen pada paruh pertama tahun ini, menjadi pertumbuhan terkuat untuk periode yang sama dalam setengah abad. Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun juga diperkirakan mencapai 11,05 persen, tertinggi dalam 39 tahun.
Menurut Lai, perhatian global terhadap Taiwan tidak terlepas dari kekuatan industri yang telah terakumulasi dalam jangka panjang. Taiwan tidak hanya memiliki pencapaian teknologi yang unggul secara global, tetapi CNN baru-baru ini juga melaporkan bahwa industri pengencang (fasteners), perkakas tangan, serta perangkat keras dan perlengkapan kamar mandi Taiwan memiliki posisi yang tidak tergantikan dalam rantai pasok global.
Lai mengatakan pemerintah bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung agar industri dari berbagai sektor dan skala dapat memanfaatkan peluang untuk bertransformasi dan berkembang.
Ia menjelaskan bahwa sejak menjabat pada 2024, pemerintah telah menjalankan program revitalisasi dan pengembangan UMKM dengan anggaran lebih dari NT$10 miliar per tahun. Pada peringatan dua tahun masa jabatannya tahun ini, ia mengumumkan pembentukan dana berskala NT$100 miliar untuk kembali membantu UMKM melakukan peningkatan dan transformasi bisnis.
Mulai tahun depan, pemerintah akan mengalokasikan NT$20 miliar setiap tahun untuk mendukung transformasi dan pengembangan UMKM.
Lai juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya soal mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat. Pemerintah, katanya, akan terus meningkatkan investasi di bidang pertahanan, pembangunan daerah, ekonomi, dan kesejahteraan sosial dalam rancangan anggaran pusat tahun depan.
Dalam rancangan anggaran tersebut, pemerintah juga berencana memberikan uang tunai NT$10.000 kepada setiap warga tahun depan, dengan mempertahankan keseimbangan pendapatan dan belanja serta tanpa menambah utang secara riil.
Untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, pemerintah juga meluncurkan kebijakan dukungan keluarga, termasuk tunjangan pertumbuhan sebesar NT$5.000 per bulan untuk setiap anak berusia 0–18 tahun.
Dalam bidang teknologi, Lai mengatakan Taiwan juga meluncurkan 10 pembangunan baru di bidang kecerdasan buatan (AI), dengan empat proyek infrastruktur utama, yakni pengembangan talenta, pembangunan pusat komputasi nasional, pembangunan pusat data AI berdaulat, serta penguatan pasokan listrik untuk mendukung perkembangan AI.
Pemerintah menargetkan dapat melatih sedikitnya 500.000 tenaga AI sebelum 2040. Pemerintah juga telah memulai pembangunan pusat komputasi nasional di Southern Taiwan Science Park (STSP).
Lai mengatakan program tersebut akan berfokus pada tiga bidang penelitian utama, yakni komputasi kuantum, fotonik silikon, dan robotika. Pemerintah menargetkan sedikitnya 1 juta UMKM dapat melakukan transformasi digital, membangun ekosistem kecerdasan buatan serta inovasi dan kewirausahaan di Taiwan, dan mendorong penerapan AI di berbagai aspek kehidupan dan industri.
Ia berharap dapat bekerja sama dengan asosiasi industri dan perdagangan untuk mendorong kemakmuran Taiwan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Oleh Kao Hua-chien dan Agoeng Sunarto)