Puluhan ton sawi Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan karena residu pestisida

25/08/2026 18:08(Diperbaharui 25/08/2026 18:13)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Sawi putih dari PT Shema Agri Mandiri. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan)
Sawi putih dari PT Shema Agri Mandiri. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan)

Taipei, 25 Agu. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (25/8) mengumumkan lebih dari 20 ton sawi putih dari Indonesia ditahan di perbatasan karena kandungan residu pestisidanya.

Uji sampel pada sekelompok sawi putih dari PT Shema Agri Mandiri menemukan residu pestisida difenokonazol sebesar 0,35 bagian per juta (ppm), tujuh kali lipat batas maksimum yang ditoleransi di Taiwan untuk kategori sayuran ini yakni 0,05 ppm, kata TFDA.

Oleh karena itu, produk berlabel "新鮮大白菜 (FRESH CHINESE CABBAGE)" berbobot total 20,25 ton yang diimpor Shun Da Yi Trading Co. itu dikembalikan atau dimusnahkan di perbatasan sesuai hukum, menurut TFDA.

Termasuk satu dari Indonesia, TFDA hari Selasa mengumumkan 15 kelompok impor yang ditahan di perbatasan Taiwan. Produk lainnya mencakup tujuh dari Tiongkok, masing-masing dua dari Jepang, Vietnam, dua Amerika Serikat, serta satu dari Kanada.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.