Taipei, 13 Juli (CNA) Militer Taiwan hari Senin (13/7) meluncurkan latihan pertahanan gabungan yang menampilkan operasi mobilisasi Korps Marinir untuk memperkuat wilayah metropolitan Taipei.
Latihan selama lima hari ini mensimulasikan skenario, termasuk deteksi kapal musuh yang memasuki perairan teritorial Taiwan, dengan fokus pada integrasi kemampuan tiga matra militer dan peningkatan operasi gabungan.
Latihan ini juga menguji struktur komando yang terdesentralisasi serta mekanisme komando dan pengendalian.
Komponen utama dari latihan ini melibatkan unit Korps Marinir yang melakukan operasi penguatan bergerak, dengan puluhan kendaraan militer, termasuk truk, ambulans lapangan, dan kendaraan komunikasi, bergerak dari Taiwan selatan sebelum tiba di Distrik Nangang, Taipei dan Distrik Xizhi, New Taipei pada pagi hari untuk mendirikan pos komando sementara dan melakukan pengintaian.
Su Tzu-yun (蘇紫雲), seorang peneliti di Institute for National Defense and Security Research yang didanai pemerintah, mengatakan kepada CNA bahwa latihan ini dirancang untuk menguji apakah komando operasional dapat mempertahankan operasi secara mandiri sambil menggunakan mekanisme komando yang terdistribusi dan terdesentralisasi.
Ia mencatat bahwa latihan ini berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan latihan kesiapsiagaan tempur langsung yang dilakukan secara terpisah oleh masing-masing matra karena diintegrasikan oleh komando operasional, meskipun masih berada di bawah latihan Han Kuang, latihan militer tahunan tingkat tertinggi di Taiwan.
Su mengatakan bahwa Korps Marinir telah meningkatkan kemampuannya secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir melalui upaya modernisasi, termasuk penggunaan kendaraan udara tak berawak dan rudal Stinger portabel, serta peningkatan perlengkapan individu dan interoperabilitas dengan negara mitra.
Sementara itu, seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa di bawah strategi pertahanan Taiwan, unit-unit seperti ini tidak ditugaskan pada satu area operasi saja, melainkan bertugas melindungi pusat pemerintahan dan ekonomi utama.
Sumber tersebut menambahkan bahwa tujuannya adalah membangun garis pertahanan untuk wilayah Taipei dan sekitarnya melalui penguatan lintas wilayah dan memungkinkan pasukan untuk memberikan daya tembak kritis dalam menanggapi ancaman.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Minggu, Kementerian Pertahanan Nasional mengatakan bahwa latihan selama lima hari ini bertujuan untuk melatih unit yang berpartisipasi agar dapat melakukan operasi gabungan di bawah sistem komando dan pengendalian yang terdesentralisasi sekaligus memperkuat koordinasi dan kerja sama antar matra militer.