Bayi orangutan mati di Taipei Zoo, kembarannya kritis

02/07/2026 17:03(Diperbaharui 02/07/2026 17:04)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Taipei, 2 Juli (CNA) Salah satu bayi orangutan kembar yang lahir di Taipei Zoo pekan ini mati pada Rabu (1/7) dini hari, sementara saudara kembarnya masih dalam kondisi kritis di perawatan intensif, menurut pihak kebun binatang.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan hari Rabu, kebun binatang mengatakan salah satu bayi kembar itu mulai menunjukkan fluktuasi dramatis pada tanda-tanda vital sekitar tengah hari Selasa dan mengalami gangguan pernapasan yang parah.

Meskipun telah diberikan perawatan darurat, bayi orangutan tersebut meninggal pada pukul 12.38 pagi Rabu akibat komplikasi dari kelahiran prematur dan perkembangan yang belum sempurna, kata pihak kebun binatang.

Saudaranya, yang diberi nama Da Pao (大寶), menderita sindrom gangguan pernapasan neonatal (NRDS) karena paru-parunya yang belum berkembang sempurna sehingga belum mampu mendukung pernapasan normal, menurut kebun binatang.

Dokter hewan dan staf medis lainnya memantau bayi orangutan tersebut sepanjang waktu, tambah pihak kebun binatang, seraya menyebutkan bahwa Da Pao menunjukkan kemauan kuat untuk bertahan hidup.

Neonatolog dari National Taiwan University Hospital memberikan panduan terkait dukungan pernapasan, dosis obat, dan pemantauan fisiologis untuk Da Pao, kata pihak kebun binatang, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para dokter atas upaya mereka menyelamatkan bayi kembar lainnya.

Kedua bayi kembar tersebut dilahirkan pada Senin melalui operasi sesar, karena induknya, Ke Yi (可乙), dianggap mengalami kehamilan berisiko tinggi, kata kebun binatang dalam siaran pers pada Senin untuk mengumumkan kelahiran kedua orangutan tersebut.

Persalinan alami untuk bayi kembar akan menimbulkan risiko signifikan bagi induk maupun bayinya, meningkatkan kemungkinan terjadinya distosia, gawat janin, serta berbagai komplikasi kehamilan lainnya, jelas kebun binatang, menerangkan alasan tim medis memilih operasi sesar.

Orangutan tercatat sebagai spesies yang sangat terancam punah dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature, kata kebun binatang.

Di alam liar, orangutan betina biasanya hanya melahirkan sekali setiap enam hingga delapan tahun, dan sekitar 99 persen kehamilan menghasilkan satu anak saja, tambahnya, seraya menyebutkan bahwa kelahiran kembar sangat langka bahkan di penangkaran.

(Oleh Yang Shu-min, Wu Kuan-hsien, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.